Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Perjalanan Karir Wieteke van Dort yang Dikenal Sebagai Tante Lien, Ternyata Begini Awal Mulanya

Aris Hariyanto • Jumat, 19 Juli 2024 | 02:08 WIB
Wieteke van Dort, atau yang dikenal sebagai Tante Lien.
Wieteke van Dort, atau yang dikenal sebagai Tante Lien.

RADARSEMARANG.ID - Wieteke van Dort yang dikenal sebagai Tante Lien, merupakan multitalenta yang tak terlupakan dalam dunia hiburan.

Wanita bernama lengkap Louisa Johanna Theodora "Wieteke" van Dort ini lahir pada 16 Mei 1943 di RKZ Surabaya, Jawa Timur.

Pada masa kecilnya, van Dort dan keluarganya tinggal di Embongan, daerah mewah di Surabaya yang sekarang Jl. Ade Irma Nasution. Saat itu dihuni orang-orang Eropa pada masa kolonial Belanda.

Ketika berusia 14 tahun dan sedang berlibur di Belanda, Van Dort dan keluarganya mengalami kesulitan untuk kembali ke Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan pada masa Presiden Soekarno, terjadi pengusiran terhadap orang-orang Belanda, dan dikenal sebagai peristiwa Zwarte Sinterklaas/Sinterklas Hitam.

Selain itu, dalam peristiwa tersebut juga melakukan nasionalisasi perusahaan asing secara besar-besaran pada awal Desember 1957.

Kemudian Van Dort bersama keluarganya menetap di Den Haag, dan melanjutkan pendidikan di sekolah drama.

Di kota pusat pemerintahan Belanda tersebut, Van Dort pernah menjadi pembawa acara untuk beberapa program televisi.

Diantaranya adalah De Stratemakeropzeeshow, dan The Late Late Lien Show yang membuatnya semakin terkenal.

Pada acara The Late Late Lien Show tahun 1979-1988, Van Dort berperan sebagai Tante Lien, seorang karakter Belanda yang menampilkan kebudayaan Indonesia.

Acara televisi tersebut menjadi satu-satunya yang menampilkan budaya Indonesia di Belanda (Indisch) pada masa itu.

Bintang tamu yang datang biasanya adalah seniman Belanda yang lahir di Indonesia, seperti Guus Becker dan Willem Nijholt.

Pasangan Frans Tumbuan (alm) dan Rima Melati dari selebritas Indonesia juga pernah diundang sebagai bintang tamu di acara televisi tersebut.

Setiap tamu yang menghadiri acara The Late Late Lien Show akan disuguhkan dengan makanan ringan tradisional Indonesia.

Mereka juga diminta berbagi kisah-kisah menarik tentang kehidupan masa lampau di Hindia Belanda yang penuh kenangan.

Di akhir acara, Van Dort akan menyanyikan lagu-lagu kenangan tentang Indonesia bersama dengan bintang tamu.

Van Dort sering kali menampilkan lagu-lagu yang menggambarkan kecintaannya terhadap budaya Indonesia.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah ‘Geef Mij Maar Nasi Goreng’ (Berikan Aku Nasi Goreng) yang diciptakannya pada 1977.

Van Dort kemudian dianugerahi penghargaan Ksatria Bintang Jasa Oranye-Nassau pada 29 April 1999, karena dedikasinya dalam memperkenalkan budaya Indonesia.

Kemudian pada 2018, Van Dort kembali ke Surabaya untuk mengunjungi makam ayahnya, Theo van Dort, yang sudah meninggal di tahun 1945.

Pada tahun yang sama, seorang wartawan Belanda Hans Visser menerbitkan buku tentang Wieteke van Dort dengan judul "Wieteke van Dort: Kind van Twee Culturen; Een familiekroniek".

Pada akhirnya, perjalanan karir Tante Lien harus berakhir pada 15 Juli 2024 di usia 81 tahun karena penyakit kanker.

Meskipun begitu, warisannya sebagai seorang seniman multitalenta dan duta budaya Indonesia selalu dapat dikenang.

Editor : Baskoro Septiadi
#belanda #surabaya #selebritas Indonesia #Tante Lien #seniman multitalenta #The Late Late Lien Show #Budaya Indonesia #Geef Mij Maar Nasi Goreng #Wieteke van Dort