Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Menelusuri Jejak Keberadaan Gajah Endemik yang Raib dari Peradaban Jawa Modern

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 30 Juni 2024 | 21:34 WIB
Gambaran Gajah Dalam Budaya Wayang Masyarakat Jawa
Gambaran Gajah Dalam Budaya Wayang Masyarakat Jawa

RADARSEMARANG.ID - Dalam kebudayaan Asia, gajah menjadi salah satu spesies penting yang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia berabad-abad lamanya.

Binatang ini dihormati dan memiliki tempat spesial dalam berbagai perspektif masyarakat. Gajah menjadi simbol keagungan dan kekayaan raja-raja terdahulu.

Bahkan binatang ini digambarkan sebagai salah satu dewa dalam kebudayaan India, pastinya kita mengenal Sang Ganesha, atau Ganesh yang merupakan dewa ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.

Di Nusantara sendiri khususnya di Pulau Jawa, gajah merupakan peliharaan milik raja yang juga digunakan sebagai hewan tunggangannya.

Gajah kerapkali kita temukan dalam gambaran-gambaran kehidupan masyarakat Jawa kuno, seperti yang terukir dalam lukisan, artifak, relief dan transkrip-transkrip masa lampau.

Selain menjadi tanda kedigdayaan raja-raja di Jawa, gajah juga digunakan sebagai unit tempur yang turut berperang dalam berbagai perang di Jawa kuno.

Baca Juga: Rampogan Macan, Tradisi Kejam yang Berhasil Membuat Harimau Punah dari Tanah Jawa

Dalam babad Tanah Jawa dan Serat Kandha, dikisahkan bahwa Sultan Hadiwidjaya menyerang Kerajaan Mataram dengan menunggangi gajah serta membawa pasukan gajahnya.

Peran gajah juga diceritakan dalam Babad Pajang yang menceritakan gambaran saat prajurit Mataram menuju Pesisir Utara Jawa menggunakan ratusan kuda dan puluhan gajah.

Namun perlahan setelah masa peperangan konvensional dan ditemukannya meriam, penggunaan gajah sebagai pasukan tempur mulai berkurang dan hanya digunakan sebagai binatang peliharaan saja.

Jauh sebelum masa kerajaan di Nusantara, nenek moyang gajah juga ditemukan hidup serta berhabitat di hutan-hutan Jawa masa Pleistosen.

Setidaknya ada tiga generasi gajah yang pernah berkehidupan di Jawa, yaitu: Mastodon, Stegodon, dan Elephas.

Baca Juga: Populasi Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Meru Betiri Naik 30% Dalam Setahun

Yang paling terkenal adalah penemuan situs purba Sangiran, disana banyak ditemukan berbagai fosil dari Gajah Mastodon, Harimau Purba dan Manusia Purba.

Meskipun banyak bukti-bukti terkait keberadaan Gajah Jawa di masa lalu, namun kenapa kita tidak bisa menemukan spesies asli ini kembali di era modern?.

Gajah Jawa diperkirakan punah karena tidak bisa bertahan hidup dari perkembangan peradaban manusia dan akhirnya tersisihkan.

Perannya sebagai kendaraan perang juga dinilai membuat banyak dari spesies ini yang mati, ditambah keberadaan kolonial Eropa yang senang melakukan perburuan terhadap binatang besar ini.

Binatang yang dijuluki sebagai mamalia darat terbesar ini punah dari Tanah Jawa, meninggalkan berbagai jejak dalam kebudayaan yang melekat di masyarakat Jawa hingga saat ini.


Source: Conservation. id, World Wildlife Foundation

Editor : Baskoro Septiadi
#Gajah Endemik Pulau Jawa #Keberadaan Gajah Jawa #Gajah Asli Pulau Jawa #Menelusuri Jejak Gajah Jawa #Spesies Raib Dari Pulau Jawa