Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Nostalgia, Berikut Beberapa Clothing Brand Lokal yang Menguasai Indonesia Tahun 2000-an

Aby Genta Putra Prasetya • Kamis, 16 Mei 2024 | 15:23 WIB
Beberapa Clothing Brand Lokal yang Menguasai Indonesia Tahun 2000-an
Beberapa Clothing Brand Lokal yang Menguasai Indonesia Tahun 2000-an

RADARSEMARANG.ID - Seiring perkembangan jaman, begitu juga dengan berubahnya selera masyarakat dengan fashion yang ada pada jaman tersebut.

Contohnya pada sekitar tahun 2000-an, saat penampilan Emo dan Gothic merajai kiblat fashion di hampir seluruh wilayah di dunia.

Tentunya akan sangat berbeda dengan selera fashion masyarakat pada saat ini yang lebih memilih pakaian yang memiliki pola lebih longgar.

Tidak seperti dekade sebelumnya, pakaian yang masa kini populer dianggap lebih dewasa dengan tidak menampilkan gambar yang mencolok, serta warna yang lebih soft.

Namun tentunya, orang yang tumbuh dewasa di masa saat rambut bergaya emo, dipadukan dengan kaos bergambar monster-monster berdarah dengan warna mencolok serta celana ripped skinny jeans memiliki pandangan lain.

Ada nostalgia tersendiri tentang bagaimana style ini tumbuh bersama dengan kenangan-kenangan yang tentunya hanya dirasakan anak muda pada generasi ini.

Style ini juga identik dengan beberapa clothing brand dengan tema yang saat itu menjadi andalan anak-anak muda yang sedang "demam" dengan trend musik Emo.

Banyak orang yang sempat merasakan bertumbuh dewasa pada sekitar tahun 2000-an keatas sudah tak asing dengan beberapa brand ini.

1. Diery

Diery adalah salah satu merk di bawah naungan Black ID. Diery berdiri pada tanggal 31 Juli 2007, oleh pendirinya yang bernama Katiman, yang memiliki tagline Die My Diery, sangat cocok dengan nuansa Emo yang ditawarkan.

Kepopulerannya menjadikan brand ini sangat dikenal seluruh masyarakat di Indonesia, dengan logo jamur dan tulang yang ikonik brand asal Bandung ini menjadi salah satu brand dengan penjualan pada masa itu.

 

Baca Juga: Sejarah Sepatu Sejuta Umat Converse Chuck Taylor, dari Sepatu Basket hingga Sepatu Militer

2. Proshop

Pasar distri di Indonesia tentunya tak asing dengan salah satu brand besar asal Bandung bernama Proshop.

Proshop sendiri berdiri pada tanggal 10 Mei 1996 yang konsisten dengan produk unggulannya yaitu produk celana dan kaos.

Store Proshop sendiri menjadi store yang mengusung konsep anak muda dengan desain khas galeri unik bernama plambing atau memakai saluran pipa besi sebagai tempat display berbagai produk dari Proshop.

3. Black ID

Tahun 2004 merupakan awal dari usaha yang dirintis oleh Imonz, atau Hartiman yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai administrasi kantor perpajakan.

Dengan berbekal modal awal sebesar dua juta seratus ribu rupiah, Imonz berhasil mendirikan brand Black ID serta menjadikan Pasha Ungu sebagai Brand Ambassador yang kemudian makin melebarkan sayap Black ID untuk menjual berbagai produknya.

Nah, itu dia beberapa brand-brand yang pernah merajai pasar distro di Indonesia pada tahun 2000-an saat skena skate dan musik-musik Emo serta Punk masih naik-naiknya.

Editor : Baskoro Septiadi
#Brand Lokal Indonesia Lawas #Brand Yang Menguasai Indonesia #Distro Tahun 2000an #Nostalgia Brand Lawas #Clothing Brand Lokal Indonesia