Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Lengkap Kisah Tragis Fat Cat yang Bunuh Diri di Jembatan Sungai Yangtze Chongqing, Ternyata Ini Penyebabnya

Aris Hariyanto • Rabu, 8 Mei 2024 | 15:06 WIB
Ilustrasi Kisah Tragis Fat Cat yang bunuh diri di Jembatan Sungai Yangtze, Chongqin, China.
Ilustrasi Kisah Tragis Fat Cat yang bunuh diri di Jembatan Sungai Yangtze, Chongqin, China.

RADARSEMARANG.ID - Kisah tragis yang viral di media sosial tentang Fat Cat telah menarik banyak perhatian.

Pasalnya, Fat Cat dikabarkan lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di sebuah Jembatan Sungai Yangtze, Chongqing, China.

Dibalik kematian Fat Cat, banyak orang mengirim ribuan bunga dan makanan cepat saji yang terus ditaruh di Jembatan tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, Fat Cat adalah julukan seorang lelaki berusia 21 tahun yang memiliki nama Fei Mao atau Pang Mao.

Kronologi kisah tragis Fat Cat berawal dari punya pacar virtual yang diketahui bernama Tan Zhu (27 tahun).

Mereka diketahi berpacaran secara virtual selama satu setengah tahun dan sempat bertemu meski beberapa kali.

Awal perselisihan antara Fat Cat dengan Tan Zhu dimulai pada Maret 2024. Saat itu mereka diketahui putus, namun Fat Cat punya niat pengen balikan lagi.

Kemudian Fat Cat mentransfer uang kepada Tan Zhu sekitar 66.000 Yuan atau sekitar 150 jutaan pada tanggal 10 April di jam 9 malam.

Selanjutnya, dia membeli bunga senilai 780 Yuan atau sekitar 1,8 jutaan di jam 3 pagi untuk diberikan ke pacarnya yakni Tan Zhu.

Namun demikian, niat baik Fat Cat tidak mendapat balasan dari Tan Zhu sama sekali alias pacarnya tersebut tidak merespon.

Akhirnya, pada 25 April, dunia maya dikejutkan dengan berita kematian si kucing gemuk atau Fat Cat.

Usut punya usut, Fat Cat dikabarkan bunuh diri di jembatan Yangtze Chongqing, China, setelah mengetahui Tan Zhu memilih bersanding dengan pria lain.

Tak lama setelah itu, kakak perempuannya membagikan pesan-pesan yang menunjukkan betapa dalamnya luka yang dirasakan adiknya, Fei Mao alias Fat Cat.

Pada tanggal 1 Mei 2024, kakaknya tersebut diketahui memposting riwayat obrolan chat antara Fat Cat dengan Tan Zhu di media sosial Douyin.

Dalam riwayat obrolan tersebut, ternyata Fat Cat telah mengirim banyak uang kepada Tan Zhu hingga 500.000 Yuan, atau sekitar 1 Miliar.

Postingan dari kakak Fat Cat tersebut menjadi viral dan ramai menuai sorotan publik di China, termasuk postingan ungkapan dari Fat Cat yang menyatakan bahwa dia ingin merasakan makanan dari McD (McDonalds).

Banyak orang orang disana membeli makanan McD dan cepat saji lalu ditaruh di jembatan tempat Fat Cat mengakhiri hidup.

Selain itu, orang-orang banyak yang bersimpati memenuhi jembatan sungai Yangtze dengan menaruh makanan dan bunga.

Sementara itu, Tan Zhu muncul ke permukaan dan klarifikasi setelah mengetahui kematian Fat Cat viral di media sosial mereka.

Dari keterangan video yang dibagikan melalui Douyin, Tan Zhu terus mengatakan menyesali atas perbuatannya, namun netizen sana masih geram.

Menurut netizen di Douyin, Tan Zhu seperti tidak punya niat tulus saat klarifikasi dan mereka mengomentari pakaian yang dipakainya yang dinilai tidak sopan.

Kemudian netizen tersebut memborbardir dengan beragam komentar, yang selanjutnya, Tan Zhu kembali melakukan klarifikasi dengan memakai baju yang lebih sopan.

Editor : Baskoro Septiadi
#kisah tragis #Jembatan Sungai Yangtze #Kronologi kisah tragis Fat Cat #pacar virtual #Douyin #China #makanan cepat saji #McDonalds #Tan Zhu #Fat Cat #Pang Mao