Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Gedung SCS, Kembaran Lawangsewu yang Menjadi Saksi Perjuangan Rakyat Tegal Masa Proklamasi

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 19 April 2024 | 14:50 WIB
Foto Gedung SCS Tegal, Colorized
Foto Gedung SCS Tegal, Colorized

RADARSEMARANG.ID - Berbicara tentang perkereta-apian Indonesia memang tidak bisa luput dari gambaran tentang Lawang Sewu yang berada di Kota Semarang.

Sebagai salah satu ikon perkereta-apian negeri dan sukses menjadi landmark dari Kota Semarang.

Lawangsewu memiliki sejarah yang panjang dan menarik untuk disimak, bahkan beberapa kali masuk dalam film dan kisah urban legend di Indonesia.

Meskipun begitu, bergeser ke beberapa kota di sebelah barat kita akan menemukan sebuah 'kembaran' dari bangunan fenomenal berpintu seribu tersebut.

Bergeser 166,5 KM ke arah barat, kita akan menemukan bangunan hampir serupa yang juga memiliki sejarah penting perkereta-apian Indonesia.

Gedung SCS atau merupakan kepanjangan dari Semarang- Cheribon Stoomptram Maatschappij, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkereta-apian, khususnya jalur pantai utara.

Berada di Kota Tegal, Gedung SCS atau sering disebut warga lokal dengan nama Gedung Birao ini menjadi kantor pusat dari perusahaan kereta api tersebut.

Jalur ini dibangun untuk memudahkan moda transportasi massal dan pengiriman barang yang berada di garis utara pantai Jawa.

Di lintas utara Jawa sendiri terutama di jalur antara Semarang, Pekalongan, Tegal, dan Cirebon terdapat 54 pabrik gula yang beroperasi pada masa itu.

Sebelumnya, jalur ini merupakan hasil akuisisi dari perusahaan Javasche Spoorweg Maatschapij yang mengalami kekurangan dana akibat utang yang membengkak.

Karena hal itulah SCS membeli dan mengakuisisi saham, jalur dan seluruh layanan milik perusahaan Javasche Spoorweg Maatschapij pada tahun 1895.

Gedung SCS tepat berada di depan Stasiun Tegal, yang merupakan hasil arsitektur yang sama dari Henri Maclaine Pont dirancang oleh arsitek berkebangsaan Belanda.

Baca Juga: Mengenal Gunung Ruang yang Menggugah Semesta Alam di Sulawesi Selatan

Dilansir Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sang arsitek sengaja membuat bentuk bangunan Gedung Birao atau SCS mirip dengan kantor pusat NIS ( Nederland Indische Spoorweg Maatschapij) yang ada di Lawang Sewu, Semarang.

Persamaan ini mungkin ditujukan agar nampak kesan kesamaan dan keseragaman antar kantor-kantor milik NIS di berbagai kota di Hindia Belanda.

Kesamaan ini diperlihatkan oleh Pont pada bagian pelengkung-pelengkung, pada gang sekeliling ruang kantor dan tangga utama, serta kesamaan pada bangunan yang dibuat meninggi agar terkesan megah.

Gedung Birao(SCS) ini juga menjadi saksi bisu sejarah dari masa Hindia Belanda hingga masa modern kini gedung ini masih berdiri kokoh.

Pada masa setelah Proklamasi, 10 September 1945, bangunan ini digunakan sebagai tempat dikibarkannya bendera Merah Putih, bukti pergerakan warga lokal Tegal memerangi penjajah yang melarang pengibaran bendera pada waktu itu.

Editor : Baskoro Septiadi
#Stasiun Kota Tegal #Gedung SCS Tegal #Gedung Birao Tegal #Gedung Kembaran Lawangsewu #Sejarah Kota Tegal