Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Blood On The Tracks, Manga yang Menceritakan Sisi Gelap dari Sifat Overprotektif Seorang Ibu

Aby Genta Putra Prasetya • Senin, 18 Maret 2024 | 00:13 WIB
Blood on The Tracks karya Shuzou Oshimi
Blood on The Tracks karya Shuzou Oshimi

RADARSEMARANG.ID - Sifat kasih sayang seorang ibu memanglah tak terhingga kepada anaknya, bahkan ibu rela melakukan apapun demi kebahagiaan sang buah hati.

Tapi bagaimana jika rasa sayang itu berubah jadi obsesi berlebih yang merugikan pihak yang disayang.

Hal inilah yang dialami Seiichi Osabe, seorang anak laki-laki yang pada awalnya hidup dengan normal, ia memiliki teman, rasa suka terhadap gadis yang ia taksir dan orang tua yang saling menyayangi.

Singkat cerita, sikap ibu Seiichi dinilai teman-temannya sebagai terlalu overprotektif, yang menyebabkan Seiichi sering dikatakan sebagai anak mami.

Awalnya ia mengira sikap ibunya ini merupakan hal yang biasa terjadi dan normal apa adanya. Lalu setelah beberapa hal yang terjadi mulai membuka matanya tentang berbahayanya sikap afeksi berlebih sang ibu.

Awalnya begitulah premis awal cerita Blood on The Tracks garapan Shuzouu Oshimi, kita akan dibawa masuk ke dunia Seiichi yang hangat lalu berubah saat mengetahui berbahayanya sifat sang ibu.

Emosi kita akan diaduk sedemikian rupa hingga tak mustahil kita akan membenci karakter sang ibu yang membuat kita tak nyaman dengan sikapnya yang berlebihan.

Manga ini bergenre Psychological Horror- Thriller yang bernama Chi no Wadachi atau Darah di tengah jalur jika dibahasa Indonesiakan.

Yukiko, karakter ibu dari Seichii ini merupakan karakter dengan sifat tak terduga yang membuat kita selalu was-was akan kehadirannya.

Yukiko menjadi contoh buruk dari obsesi kasih sayang keibuan yang terlalu parah pada anaknya, ia terobsesi melindungi anaknya tetapi mengorbankan hal lain seperti perasaan Seichii dan keinginannya

Lama kelamaan obsesi ini makin parah dan Yukiko makin merasa dirinya punya kontrol atas semua hal dari Seichii.

Rasa overprotektif berlebihan ini mengundang bencana yang lebih besar, Yukiko dengan sengaja mendorong saudara sepupu Seichi ke tebing saat trip keluarga ke gunung, yang menyebabkan sepupunya ini mengalami koma.

Baca Juga: Kisah Cinta Unik Grape, Seekor Penguin yang Terobsesi dengan Karakter Anime

Singkat cerita, Seichii yang mulai disadarkan oleh teman sekolahnya yang juga merupakan gadis yang ia sukai bernama Fukishi.

Fukishi dan Seichii banyak menghabiskan waktu bersama sepulang sekolah, Seichii merasa senang akan kedekatannya dengan Fukishi, tetapi lagi-lagi sang ibu selalu merasa tidak ada yang boleh dekat dengn Seiichi selain dirinya.

Seiichi didoktrin bahwa Fukishi memberi hal buruk padanya, hati Seichi aslinya berontak, tapi alam bawah sadarnya selalu menyangkal hal itu dan kembali ke pelukan sang ibu.

Dari sisi psikologis, Yukiko menggunakan cara abusive secara emosional saat Seichii mencoba untuk mandiri, dan mencoba untuk selalu menggunakan metode gaslighting untuk membuat Seichii bersalah.

Akibatnya, Seichii dewasa memiliki trauma terhadap ibunya, ia yang diceritakan menjadi seorang narapidana akibat kematian sepupunya yang membuat sifatnya berubah total dari pribadinya diawal.

Setelah dipenjara, Seichii dewasa hidup dengan merantau sambil sesekali dijenguk oleh ayahnya yang masih peduli padanya.

Di ending cerita meskipun Seichii mau kembali menerima ibunya untuk tinggal bersama, tapi kita tahu bahwa rasa traumanya masih membekas dan memori tentang wajah sosok ibunya yang dahulu hilang sama sekali tak membekas.

sc: tvtropes, mangaupdates.com

Editor : Baskoro Septiadi
#anime #kasih sayang ibu #manga #rekomendasi #jepang #obsesi