Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ramai-ramai Istilah The Nuruls, Superioritas Anak Kota Terhadap Anak Kabupaten?

Aby Genta Putra Prasetya • Senin, 18 Maret 2024 | 00:12 WIB
Istilah The Nuruls yang baru-baru ini viral
Istilah The Nuruls yang baru-baru ini viral

RADARSEMARANG.ID - Seringkali kita melihat jokes ataupun konten di aplikasi seperti Tiktok yang membawa nama 'The Nuruls'.

Seperti sebelumnya 'The Nopals', istilah 'The Nuruls' lahir dari perkembangan pengkotak-kotakkan jenis selera fashion dan gaya hidup masyarakat terutama Gen-Z.

Pergaulan yang beda antara masyarakat kota dan kabupaten yang berbeda membuat segregasi yang berujung jadi opini konklusif masyarakat.

Baca Juga: Berikut Kapan Waktu Ganti Oli Motor yang Tepat, Cewek Juga Wajib Tahu

Mereka terkelompokkan menjadi berbagai tipe, padahal manusia dibebaskan dan diberi pilihan untuk mengenakan pakaian apapun yang ia sukai tanpa harus diatur pihak lain.

Gen-Z terutama anak perkotaan yang merasa paham dunia fashion merasa outfit mereka lebih superior dibanding anak-anak dari wilayah kabupaten.

Awalnya, istilah ini muncul akibat anggapan bahwa para anak-anak muda khususnya didaerah kabupaten memiliki fashion sense yang apa adanya.

Tapi karena stereotype ini, kita jadi menggeneralisir bahwa remaja wanita kabupaten pasti mengenakan jilbab dengan outer cardigan dan celana santai jenis apapun.

Kebanyakan, memang outfit 'The Nuruls' yang sudah terpatri dalam pikiran kebanyakan orang tidak bisa dilepaskan dari kultur daerah yang terkesan santai dan tidak terburu-buru.

Dalam konteks lain, The Nuruls digambarkan sebagai remaja putri dari daerah yang 'kebelet gaul' mereka dapat ditemukan di kafe-kafe dengan live karaoke dan biasanya bergerombol.

Konotasi ini justru menegaskan bahwa adanya 'gap' antara anak muda kota dan kabupaten sehingga satu sama lainnya saling tidak membaur dan melabeli pihak lainnya dengan sebutan serupa.

Padahal menurut akun TikTok @jukimaintiktok, "kita itu semua norak, saat baru melihat hal-hal yang baru saja kita lihat".

Pernyataan itu akibat dari adanya postingan-postingan yang menyudutkan 'The Nuruls', seperti beberapa cuitan yang mengungkapkan bahwa si pemosting merasa malas mengunjungi suatu tempat yang didalamnya terdapat banyak 'The Nuruls'

Hal lain yang cukup menarik adalah para 'The Nuruls' ini cukup identik dengan makanan seblak, yakni makanan khas dari daerah Sunda yang memang diminati oleh banyak orang, sehingga penjualnya makin menjamur.

Justru 'The Nuruls' ini membangkitkan potensi UMKM wilayah sekitar, dengan membeli makanan lokal juga membuat trend baru yang akhirnya bisa membantu warga sekitar mendapatkan pendapatan karena berjualan seblak dan sejenisnya.

Editor : Baskoro Septiadi
#kabupaten #sosial media #hijab #istilah #VIRAL #The Nuruls