RADARSEMARANG.ID - Tiktokers asal Jakarta, Satria Mahathir Cogil terancam kembali dipolisikan meyusul konten podcast yang dia lakukan belum lama ini.
Satria Mahathir dikabarkan mengakui memiliki dukungan atau backingan untuk terbebas dari masalah hukum saat ia berada dalam tahanan.
Hal tersebut disampaikan oleh Nyanyang Harris Pratamura, ayah korban yang pernah dikeroyok Satria Mahathir di awal tahun ini.
Menurut Satria, ia tidak mengeluarkan sejumlah biaya untuk bisa bebas dari jeratan hukum.
Namun, menurut Nyanyang, pernyataan yang disampaikan oleh Satria itu hoaks, atau tidak benar.
“Itu hoaks. Saya minta ini diklarifikasi, kalau tidak, saya minta aparat kepolisian untuk menangkapnya sebagai berita hoaks,” ungkap Nyayang yang dikutip dari BatamPos Online.
Sementara itu, beredar video di media sosial yang diduga merupakan klarifikasi dari Satria Mahathir terkait masalah tersebut.
Dalam video tersebut, Satria mengungkapkan pernyataanya terkait masalah yang ia hadapi.
“Saya tidak pernah atau tidak sedang berusaha untuk menjatuhkan konstitusi maupun pejabat”.
“Seluruh konten tersebut hanyalah hiburan semata karena itu bagian dari personal brandingnya,” ucap Satria di sebuah video Instagram @batampos.
Satria menyatakan bahwa, dirinya tidak pernah diperlakukan secara khusus atau berbeda dari tahanan2 lainnya.
Kemudian, ia juga mengatakan bahwasanya tidak mengeluarkan uang seribu rupiah pun untuk proses Restorative Justice.
Diketahui sebelumnya, Satria terlibat kasus pengeroyokan dengan tiga orang temannya di sebuah kafe di kawasan Tiban, Sekupang, Batam.
Pengroyokan terjadi pada malam pergantian tahun baru 2024 dengan korban seorang anak berusia 16 tahun berinisial RAT.
Kemudian mereka ditangkap Satreskrim Polresta Barelang dan dimasukkan tahanan.
Beberapa minggu kemudian Satria dan tiga rekannya tersebut dibebaskan, yang diketahui melalui restorative justice atau korban mencabut laporan.
Editor : Baskoro Septiadi