RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Kiky Saputri berkesempatan melakukan 'roasting' didepan pasangan nomor urut satu yaitu Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar.
Dalam acara bertajuk Resolusi Indonesia di Tennis Indoor Senayan pada Jumat (5/1), Kiky meroasting pasangan AMIN dengan berbagai hal.
Salah satunya adalah masalah singkatan paslon nomor urut satu itu, saat ini akronim untuk pasangan ini adalah AMIN.
Setuju dengan nama itu, Kiky dalam roastingnya merasa lega karena singkatannya bukan AGUS.
Singkatan AGUS bisa saja menjadi branding paslon ini, Anies - Gus Imin karena Muhaimin Iskandar biasa disapa dengan gus imin.
Akan tetapi kata AGUS bukan berarti bermakna singkatan nama Anis - Gus Imin saja tetapi ada makna lainnya.
"Tapi untungnya labelinnya pakai Cak imin. Coba yang lalu tuh Anies-Gus Imin jadi AGUS. Sudah enggak diajak namanya tetap kepakai," kata Kiky.
Mendengar roastingan Kiky, pasangan yang disusung NasDem, PKB, dan PKS ini langsung tertawa mendengernya.
Setelah dipahami ternyata maksud Kiky adalah dahulu sempat muncul wacana menggandeng Agus Harimurti Yudhoyono atau Agus untuk mendampingi Anies Baswedan.
Namun pada akhirnya Demokrat memilih keluar dari koalisi akibat ditunjuknya Cak Imin menjadi pasangan Anies.
Setelah itu Kiky melanjutkan jika sosok tersebut pasti sedih akibat tak dipilih menjadi cawapres koalisi Anies.
Komika lainnya yaitu Ate menyambung dengan bernyanyi bersama Kiky lagu D'Masiv berjudul "Apa Salahku" yang sedikit diubah.
"Pasti beliau langsung nyanyi tuh. D'Masiv, 'apa salahku'. Lanjutin ki," kata Ate.
"Kau Pilih Cak Imin." Lanjut Kiky.
"Kau Tarik Ulur Partaiku Hingga." Sambung Ate
"Ku Gabung Ke 02." timpal Kiky.
Setelahnya dalam acara tersebut Anies Baswedan juga mengungkapkan rasa bangganya bisa diroasting oleh para komika.
Anies menganggap ini adalah bagian dari demokrasi agar tidak kaku dan semua bisa tertawa serta menikmati suasana.
"Di-roasting itu adalah sebuah kehormatan. Karena dibahas, dilihat dari perspektif jenaka dan menyenangkan bagi semua," kata Anies. "Seharusnya roasting ini menjadi bagian dari demokrasi kita.
"Demokrasi harus ada dialog, ungkapan jenaka yang membuat semua tertawa dan menikmati semua ini sebagai suatu suasana kebebasan."
"Bayangkan jika tidak ada suasana jenaka seperti itu, betapa kakunya demokrasi kita ini. Tidak boleh mengungkap yang agak nyindir, itu sesungguhnya bagian dari normalnya kehidupan sebuah negara yang bebas dan merdeka," imbuh Anies.
Editor : Tasropi