Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tanggapannya Viral di Sosial Media, Mamah Dedeh Jadi Ikon Feminisme Baru Gen-Z

Aby Genta Putra Prasetya • Senin, 1 Januari 2024 | 01:22 WIB
Tanggapannya Viral di Sosial Media, Mamah Dedeh Menjadi Ikon Feminisme Baru Gen-Z
Tanggapannya Viral di Sosial Media, Mamah Dedeh Menjadi Ikon Feminisme Baru Gen-Z

RADARSEMARANG.ID - Mamah Dedeh, seorang pendakwah wanita terkenal yang terkenal dengan jargonnya, "Curhat dong, Mah" akhir-akhir ini viral di media sosial.

Hal ini terkait dengan opininya terkait beberapa permasalahan yang dilontarkan oleh penonton di salah satu program stasiun TV yang ia bawakan.

Mamah Dedeh memang seringkali memberi solusi terhadap berbagai masalah rumah tangga dan keluarga dalam acara tersebut.

Dengan pembawaan yang tegas dan "galak", Mamah Dedeh terkenal dengan karakternya sebagai pendakwah yang lekat dengan sosok ibu.

Kali ini, Mamah Dedeh kembali viral terkait opininya terhadap suatu masalah yang dinilai beberapa warganet terlalu Misoginis dan Patriarki.

Misogini sendiri adalah tindakan kebencian dan ketidaksukaan terhadap wanita atau anak perempuan yang menganggap mereka sebagai kalangan kelas dua, serta tidak memiliki hak untuk menentukan haknya sendiri, dilansir website Universitas STEKOM Semarang.

Mamah Dedeh mendapatkan sebuah pertanyaan terkait bagaimana pandangannya mengenai masalah seorang menantu yang disinyalir tidak mau mengurusi mertuanya dimasa tua.

Si penelepon mengatakan " saudara saya ada yang tidak sabar mah mengurus mertuanya, mertuanya sudah sepuh gitu, sampai dia (menantu) pulang kerumah orangtuanya" ujarnya

Si penelepon bahkan menanyakan perihal bagaimana hukum dan pandangan islam terkait hal ini kepada Mamah Dedeh.

Baca Juga: Pelopor Street Photography Senior Menyayangkan Fotografi Jalanan Jaman Sekarang Terkesan Sama

Mamah Dedeh pun berpendapat bahwa mengurus kedua orangtua merupakan kewajiban setiap anak, hanya saja dilihat lagi ia memiliki berapa anak, semuanya harus menanggung orangtuanya.

Terkait sang menantu yang tidak mau mengurusi mertuanya ini, Mamah Dedeh menyatakan bahwa pasti ada hal yang melatarbelakangi si menantu melakukan hal tersebut.

Bisa saja, sewaktu belum sakit dan renta mertua ini seringkali menyakiti hati si menantu ataupun tidak memperlakukan menantu ini dengan baik, seperti di kebanyakan kasus.

" Ada faktor x dibalik semuanya, ga mungkin ada asap kalau ga ada api, tidak mungkin dia kabur kalau tidak ada masalah, mamah yakin" ujar Mamah Dedeh dalam sebuah siaran televisi.

Mamah Dedeh menyarankan agar sang mertua ini mendapat giliran, perminggu ia menginap setiap anak yang akan mengurusinya, tentu hal tersebut akan adil bagi seluruh pihak.

Netizen tentunya menanggapi opini pendakwah ini dengan berbagai komentar, kebanyakan menyetujui opini Mamah Dedeh dan menyukai opini Mamah Dedeh yang dinilai pro-feminisme dan tidak patriarki.

"Yang beneran the real feminist itu ya Mamah dedeh bukan yg suka fafifu wasweswos tapi nyerang sesama wanita dan membenci cowok, kalau Mamah Dedeh enggak, perspektifnya bagus dan luas. Dia selalu nyaranin jadi cewek mandiri, berpendidikan tapi tetep hormat ke suami juga disinggung" ujar akun @AdeKikiSumarna1.

Sedangkan akun lain dengan nama @liaamorfati juga berkomentar "Mamah Dedeh mah selalu keren, semoga panjang umur, karena omongan mamah dedeh selalu didengerin sama para ibu-ibu , dan beliau juga terlihat anti patriarki".

Editor : Baskoro Septiadi
#OPINI #Gen Z #DAKWAH #Mamah Dedeh #VIRAL #feminisme