RADARSEMARANG.ID - Identik dengan kematian dan kuburan, burung ini merupakan salah satu jenis burung tercerdas diantara spesies lainnya.
Unggas berwarna hitam ini merupakan hewan yang dominan memakan daging tetapi burung ini terkadang juga memakan biji-bijian, bangkai dan sisa makanan yang kita buang.
Gagak sering kita sebut sebagai burung pemakan bangkai, hal ini adalah hal yang memang benar terjadi.
Dilansir website birdfact.com, gagak aktif berburu binatang yang mati serta jasad mamalia kecil, semuanya dipandang sebagai kesempatan makan yang nyaman dan jika jumlahnya cukup untuk dibagikan, terdengar suara burung gagak memanggil kawanannya untuk ikut berpesta.
Gagak atau bernama latin Corvus enca, dari keuarga Corvus adalah burung yang hidup dengan berkelompok.
Mereka hidup dalam sebuah kelompok besar yang terlihat di suatu tempat dalam jumlah yang banyak, mereka berkumpul untuk mencari makan, menemukan tempat untuk bersarang, dan bersosialisasi dengan gagak lain.
Mereka adalah salah satu binatang yang sudah beradaptasi di lanskap ekosistem urban perkotaan, mereka bisa bertahan dengan polusi, dan berbagai aktivitas manusia.
Gagak sudah berdampingan hidup dengan manusia sejak lama, bahkan mereka terbiasa mengais berbagai sampah hasil buangan manusia dan memakan berbagai bangkai binatang yang tertabrak oleh kendaraan di perkotaan.
Gagak juga sering dikaitkan dengan kematian, rumor ini berasal dari beberapa mitologi di daerah-daerah tertentu yang menganggap gagak adalah burung yang sakral.
Dilansir akun X dengan nama @jellypastaa, menjelaskan kaitan burung gagak dengan mitos kematian yang dipercayai oleh banyak orang.
"Ternyata, mitos tentang gagak dan kematian ini udah ada dari lama di banyak budaya. Mulai dari Amerika, Eropa, Jepang dan beberapa negara lainnya juga punya kepercayaan ini.
Di kebudayaan Amerika kuno, suku indian memiliki kepercayaan bahwa gagak adalah pembawa pesan dari dunia lain. Sedangkan di Eropa, Bangsa Romawi percaya kalau burung gagak adalah utusan dari dewa kematian.
Baca Juga: Kabar Gembira! Satu Anak Badak Sumatera Lahir di Taman Nasional Way Kambas
Bahkan di belahan dunia timur, contohnya Jepang, para samurai percaya kalau gagak adalah hewan yang memiliki keterikatan dengan dewa perang, Hachiman.
Di Indonesia sendiri, berbagai daerah memiliki intrepertasinya masing-masing terhadap burung berwarna hitam ini.
Di berbagai daerah di Pulau Jawa, burung gagak dipercaya akan menghampiri rumah orang yang akan segera meninggal dunia dalam kurun waktu 3 hari berturut-turut, maka salah satu penghuni rumah akan segera meninggal dunia.
Dalam ranah agama, burung ini juga memiliki tempat penting dalam kepercayaan agama Samawi, Bahkan dalam agama Kristen, burung gagak mempunyai arti khusus.
Meskipun mereka disebut sebagai “najis” dalam Alkitab. Kejadian memberi tahu kita bahwa setelah air banjir surut, burung gagak adalah burung pertama yang dikirim Nuh dari bahtera untuk menemukan daratan. Selain itu, dalam Talmud Ibrani, burung gagak dianggap telah mengajari umat manusia cara menghadapi kematian; ketika Kain membunuh Habel.
Editor : Baskoro Septiadi