RADARSEMARANG,ID- Menjadi street photographer berarti membuat kita bisa meng-capture sebuah perasaan dan ekspresi dari suasana yang terjadi di jalanan.
Hal terpenting dari genre fotografi ini bertema tentang keaslian momen yang dijepret sesuai tanpa ada arahan bagi objek yang difoto.
Seorang fotografer senior, Erik Prasetya yang juga merupakan salah satu pelopor genre street photography menceritakan pengalamannya.
Ia mulai tertarik dengan dunia fotografi karena dilandaskan tentang kegemarannya membaca buku, dengan membaca buku ia merasa menghidupkan imajinasinya tentang dunia yang belum ia jelajahi saat itu.
Erik menambahkan bahwa ia bisa dibilang tidak sengaja menemukan kesenangan dalam bidang memotret gara-gara sang ibu.
" Jadi saya tergila-gila pada lukisan, dan ibu saya nggak suka karena saya melukis pake cat minyak. Dia batuk-batuk gak suka dengan baunya, akhirnya ia menemukan satu taktik yang jitu dengan membelikan saya kamera" Ujar Erik dilansir Obrigado Podcast.
Baca Juga: Tersandung Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, Ketua BEM UI Melki Sedek Huang Dicopot Sementara
Pada akhirnya, Erik melanjutkan hobby barunya tersebut dan menekuninya hingga sekarang, ia sudah menghasilkan banyak judul buku yang ia tulis dari pengalamannya tentang dunia fotografi, khususnya di Indonesia.
Beberapa bukunya ialah berjudul ; Jakarta: Estetika Banal, Women on Street, On street photography dan beberapa judul lainnya.
Ia bahkan menjadi salah satu fotografer paling berpengaruh di Asia menurut The Invisible Photography Asia pada tahun 2012.
Meskipun begitu, pria ini memiliki keluh kesah tentang dunia yang turut membesarkan namanya tersebut.
"Pada akhirnya para street photographer ini memotret kota Bandung, Jakarta, ataupun Jogja sama. Tidak ada yang menceritakan tentang jarak antara manusia, bagaimana manusia jalan di jam-jam tertentu. Jadi hal-hal seperti itu luput dari cerita" lanjut Erik.
Ia mengungkapkan bahwa para fotografer ini tidak mementingkan cerita dibalik foto yang diambil, karena mereka hanya mengejar bentuk dari view potretannya, yang menurut Erik ia sebut dengan sensasi retinal.
Street photography atau disebut fotografi jalanan merepresentasikan bagaimana kemanusiaan menghubungkan dunia dan membawa kembali momen yang sudah terlewati.
Dibalik berbagai foto tentang lalu-lalang kesibukan manusia, biasanya tersirat makna sebuah keindahan dan puisi secara visual.
Foto-foto ini memiliki tujuan, perasaan, ide, cerita bahkan pertanyaan yang ingin disampaikan oleh sang fotografer terkait realita kehidupan.
Fotografi jenis ini bisa kita coba lakukan dengan memandangi kehidupan masyarakat sekitar dan mencoba meresapi apa yang sedang mereka lakukan atau rasakan.
Tak hanya tentang manusia, street photography juga bisa mengambil bentuk hal-hal disekitar kita yang terkait dengan kehidupan manusia, seperti gedung, binatang, atau kendaraan.
Editor : Agus AP