RADARSEMARANG.ID - Siapa yang tidak mengenal sepatu dengan model yang tak lekang jaman ini? Bentuknya yang timeless membuat sepatu ini cocok dipadu-padankan dengan berbagai outfit.
Jadi bagaimana sejarahnya sampai sepatu ini dijuluki sepatu sejuta umat?.
Converse Rubber Corporation awalnya merupakan perusahaan yang membuat boots dan sepatu karet di musim-musim tertentu.
Lalu, perusahaan ini memutuskan melakukan pemabaharuan lebih efisien dengan membuat sepatu atletik.
Dengan kepopuleran olahraga basket di pasar Amerika pada saat itu, Converse mengembangkan sepatu yang bisa digunakan untuk bermain basket.
Setelah beberapa kali melakukan pengembangan, Converse All Star pertama dirilis pada 1917.
Menurut chucksconnection.com, Converse rilisan pertama ini berwarna coklat dengan sole yang berwarna hitam, bukan seperti converse yang kita kenal sekarang.
Tahun 1920, Converse mulai diproduksi dengan bahan kanvas dan berwarna hitam. Awalnya penjualan sepatu ini cukup rendah, tapi setelah dipakai oleh Charles H. Taylor penjualan meningkat dengan drastis.
Charles H. Taylor adalah pemain basket untuk klub Akron Firestones yang berkandang di Akron, Ohio.
Karena kesuksesannya mempromosikan Converse , namanya diabadikan dalam salah satu model sepatu yang kita kenal sekarang sebagai Chuck Taylor.
Selain olahraga, Converse juga mempromosikan produk sepatunya ke ranah militer dengan tema patriotisme.
Bahkan Converse sempat dijadikan sebagai sneakers resmi angkatan bersenjata Amerika Serikat pada perang dunia kedua.
Nama Converse setelahnya sempat redup saat era sneakers-sneakers baru bermunculan, seperti Reebok, Nike, Adidas dan Puma.
Sneakers-sneakers ini dianggap lebih punya daya menunjang performa permainan atlit basket yang sebelumnya dipegang oleh Converse.
Barulah pada era Grunge, pemakaian Converse dipopulerkan kembali oleh Kurt Cobain, vokalis band legendaris Nirvana.
Setelah itu image Converse berubah, dari sepatu basket perlahan menjadi sepatu yang memiliki daya tarik rock n roll, serampangan dan tentunya murah dibanding pesaing-pesaingnya.
Bahkan setelah diakuisisi Nike, penjualan Converse sekarang lebih berfokus pada fashion dan tentunya dengan citra sebagai sepatu yang murah serta kasual. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi