Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Octopuz Kritik Keserakahan dan Penindasan lewat Musik

Muhammad Hariyanto • Minggu, 16 Juli 2023 | 17:57 WIB
Octopuz
Octopuz

RADARSEMARANG.ID - Octopuz Band turut meramaikan blantika musik di Kota Semarang. Lagu andalannya Sumpah Serakah. 

Menceritakan keserakahan orang-orang yang telah diambil sumpahnya dan menindas orang yang lemah.

Band ini dibentuk tahun 2008. Octopuz bisa disebut juga salah satu local heroes kanal Stoner Rock Semarang.

Dengan lima personel, Brury (Gitar), Haryoct (Vokal) dan Inu (Bass), Angga Badana (MATB) dan Penggebuk drum belakangan ini dijaga oleh Putra. 

"Band ini diawali dari teman nongkrong di kafe, dan basicly kami sudah di bidang musik dan punya band sendiri-sendiri. Akhirnya kita bentuk Octopusz," ungkap Brury, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nama Octopuz sendiri diambil nama hewan, gurita purba. Dentuman rock berat dan lambat menjadi poros musik Octopuz.

Pada awal 2009, Octopuz telah merilis EP bertitle 1 dan kemudian dilanjutkan rilisan demo single Purifikasi Dosa Semesta sebagai bentuk eksistensi. 

Octopuz turut andil pada album kompilasi Atlas City Movement yang berisi 14 band lintas genre Kota Semarang dan dirilis bulan Juli 2012.

Akhir tahun 2013, Octopuz merilis EP kedua yang bertitle Part II dibawah komando salah satu record label kota Semarang, Girez Records. 

Kemudian, sempat tertunda sekitar dua tahun, Octopuz merilis album Recession dalam bentuk kaset pita yang bekerjasama dengan salah satu record label dari kota Solo, Unleash Records pada tahun 2016.

Lagu Sa'mok adalah rilisan teranyar Octopuz, terangkum dalam kompilasi From The Muddy Banks Of Kali Grunge pada tahun 2020. 

Formasi terakhir ini akhirnya Octopuz merilis salah satu karya mereka pada tanggal 27 Desember 2022. Track Sumpah Serakah didaulat untuk menjadi video klip perdana Octopuz. 

"Lagu hits kami Sumpah Serakah menceritakan keserakahan orang-orang yang telah diambil sumpahnya dan menindas orang yang lemah. Durasinya sekitar 4 menitan dan ada video klipnya. Itu kami shootingnya di manoor bar di Gajah Mungkur," tambahnya.

Video klip ini Octopuz menggandeng Ruang Tidak Kreatif dan Ouroboros Club, lalu penggarapan video klip ini berlokasi di Manor Space, Semarang.

Jeda waktu yang cukup lama dalam perilisan suatu karya tak menyurutkan Octopuz dalam berproses untuk pembuatan karya-karya selanjutnya.

Saat ini Octopuz sedang dalam tahap penggodokan materi-materi baru yang lebih segar dan berat.

"Setelah itu sampai detik ini kami sedang penggarapan album penuh, dan lagu lagunya ada yang dikompilasi dengan band lain. Rencana ke depan lagi fokus untuk membuat material album penuh ini yang beberapa tahun sempat tertunda," tambahnya. (mha/fth) 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Band #musik