RADARSEMARANG.ID — Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) secara resmi mengumumkan lima poin penting mengenai agenda pencairan Bantuan Sosial /Bansos Tahap 4 2026.
Proses penyaluran anggaran untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026 ini menjadi penentu utama bagi nasib pemilik kartu KKS lama dan KPM baru di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pemerintah sedang mengejar target digitalisasi data secara menyeluruh.
Baca Juga: Bansos Tahap 4 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Status Rekening KKS dan Penerima via HP
“Kalau semuanya lancar maka 2027, akan dimulai penyaluran bansos berdasarkan data yang menjadi bagian dari digitalisasi bansos, jadi data yang mutakhir,” ujar Gus Ipul saat menghadiri agenda penguatan perlindungan sosial di GOR Sudiang, Kota Makassar.
Bagi Anda Keluarga Penerima Manfaat (KPM), berikut adalah rincian 5 maklumat resmi Kemensos RI yang wajib dipahami agar bantuan tidak hangus:
Baca Juga: Bansos Tahap 4 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Status Rekening KKS dan Penerima via HP
1. Jadwal Pencairan PKH dan BPNT Oktober 2026
Agenda penyaluran bantuan PKH serta BPNT alokasi triwulan keempat kini resmi bergulir secara bertahap.
Langkah awal pencairan ditandai dengan penyerahan dokumen pemutakhiran data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kepada pihak Kemensos.
Untuk periode pencairan tahap ini, pemerintah masih menerapkan basis acuan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Bansos Tahap 4 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Status Rekening KKS dan Penerima via HP
2. Migrasi Besar ke Sistem Perlinsos 2027
Mulai Januari tahun depan, sistem jaminan sosial digital terintegrasi melalui skema Perlinsos 2027 akan diaktifkan penuh.
Kemensos membidik sekitar 48 juta hingga 50 juta keluarga di Indonesia untuk masuk dalam ekosistem baru ini.
Saat ini, pergerakan di lapangan dikawal oleh 289 ribu agen awal dari target total keperluan sebesar 2,4 juta agen perlindungan sosial.
3. Proses Burekol Bansos bagi 4 Juta KPM Baru
Kemensos tengah mengonsolidasikan pembuatan rekening kolektif (Burekol) bagi total 4 juta KPM baru.
Warga yang terdata masuk daftar tunggu sejak tahun 2025 hingga pertengahan 2026 akan difasilitasi kartu KKS baru melalui empat bank Himbara penunjuk: BSI, Mandiri, BRI, dan BNI.
Pendistribusian kartu baru ini ditargetkan menyasar ke 500 wilayah kabupaten/kota.
Baca Juga: Bansos Tahap 4 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Status Rekening KKS dan Penerima via HP
4. Seleksi Ketat KPM Prioritas (Desil 1 sampai Desil 4)
Masyarakat diimbau rutin memeriksa status kepesertaan secara mandiri lewat aplikasi atau portal resmi Cek Bansos.
Pada pencairan Bansos Tahap 4 ini, sistem verifikasi diperketat.
Anggaran belanja bansos reguler akhir tahun ini mutlak diprioritaskan hanya untuk masyarakat ekonomi rentan yang masuk dalam klaster Desil 1 hingga Desil 4 pada data kemiskinan.
Baca Juga: Bansos Tahap 4 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Status Rekening KKS dan Penerima via HP
5. Skema Baru 2027: Seluruh Subsidi Barang Diganti Uang Tunai
Revolusi besar akan terjadi di tahun 2027, di mana skema pemberian bantuan komoditas/barang resmi dihapus.
Program bansos seperti beras pangan, subsidi BBM, subsidi LPG, serta subsidi listrik PLN akan diuangkan.
Nilai subsidi tersebut nantinya dikirim dalam wujud saldo tunai langsung ke rekening penerima manfaat.
Oleh karena itu, seluruh pemilik KKS lama maupun masyarakat miskin yang belum pernah mendapat bantuan wajib melakukan registrasi ulang melalui sistem Perlinsos
Baca Juga: Bansos Tahap 4 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Status Rekening KKS dan Penerima via HP
atau menghubungi petugas pendamping sosial, TKSK, PSM, dan operator SIKS-NG di wilayah masing-masing. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi