RADARSEMARANG.ID — Pemerintah Indonesia tengah mematangkan skema baru bantuan sosial berbasis sistem digital (Bansos Digital 2027) berupa Bantuan Langsung Tunai senilai Rp5,4 juta (BLT Rp5.4 Juta 2027).
Program inovatif yang dirancang oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ini bertujuan mengubah subsidi barang menjadi bantuan tunai langsung agar lebih tepat sasaran.
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa nominal Rp5,4 juta tersebut merupakan estimasi akumulasi dari berbagai program perlindungan sosial yang nantinya digabungkan dan disalurkan secara langsung ke masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: 50 Juta Warga Bersiap! BLT Langsung Masuk Rekening, Nilainya Disebut Bisa Capai Rp5,4 Juta
Bagi Anda yang mencari informasi kapan bantuan Bansos Rp5.4 Juta ini cair dan siapa saja yang berhak menerima, berikut rincian jadwal resmi, kriteria, serta mekanisme penyalurannya yang wajib diketahui.
Jadwal Resmi Uji Coba BLT Rp5.4 Juta 2027
Berdasarkan keterangan resmi pemerintah, dana Bansos Rp5.4 Juta (Bansos Digital 2027) dipastikan tidak akan dicairkan pada akhir tahun 2026.
Hingga Desember 2026, pemerintah masih berfokus penuh pada integrasi data kependudukan dan pematangan sistem digital nasional (Digital Single ID).
Baca Juga: 50 Juta Warga Bersiap! BLT Langsung Masuk Rekening, Nilainya Disebut Bisa Capai Rp5,4 Juta
Tahap uji coba penyaluran dijadwalkan berlangsung pada Kuartal I hingga Kuartal II tahun 2027, yaitu antara Januari hingga Juni 2027.
Pemerintah baru akan merilis tanggal pasti pelaksanaan setelah mengantongi keputusan final dari Presiden Prabowo Subianto.
Kriteria dan Syarat Penerima BLT Rp5.4 Juta
Program ini tidak berlaku untuk seluruh warga negara secara merata, melainkan diprioritaskan bagi 50 juta warga miskin di Indonesia. Kriteria utamanya meliputi:
- • Status WNI: Warga Negara Indonesia yang memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK) valid.
- • Terdaftar di DTKS: Terdaftar aktif dalam basis data kemiskinan pemerintah (Desil 1 sampai Desil 5).
- • Bukan Aparatur Negara: Bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, Polri, atau perangkat desa.
- • Lolos Verifikasi: Data NIK terintegrasi dan lolos verifikasi biometrik.
Baca Juga: 50 Juta Warga Bersiap! BLT Langsung Masuk Rekening, Nilainya Disebut Bisa Capai Rp5,4 Juta
Mekanisme Baru: Pakai AI, Perekaman Wajah, dan Kupon Digital
Untuk mengantisipasi potongan liar dan salah sasaran, pemerintah menerapkan teknologi modern dalam sistem distribusi:
• Teknologi AI & Single ID: Pengelompokan penerima manfaat dibantu oleh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) agar data lebih akurat.
• Perekaman Wajah (Face Recognition): Penerima wajib melakukan verifikasi wajah saat mencairkan bantuan untuk mencegah pemalsuan identitas.
• Sistem Kupon Digital: Pemerintah mempertimbangkan penggunaan kupon agar dana bantuan hanya bisa dibelanjakan untuk kebutuhan pokok (seperti telur dan ayam) dan tidak disalahgunakan untuk judi online (judol) atau minuman keras.
Baca Juga: 50 Juta Warga Bersiap! BLT Langsung Masuk Rekening, Nilainya Disebut Bisa Capai Rp5,4 Juta
Cara Cek Status Kepesertaan Bansos (Bukan Daftar Mandiri)
Hingga saat ini, pemerintah belum membuka Link Pendaftaran BLT 5.4 Juta mandiri secara online maupun mengedarkan tautan formulir pendaftaran untuk BLT Rp5,4 juta.
Masyarakat diminta waspada terhadap hoaks atau tautan palsu yang beredar di media sosial.
Sistem baru ini dirancang agar masyarakat tidak perlu mengantre mendaftar dari nol, melainkan melalui metode penyaringan digital:
Baca Juga: 50 Juta Warga Bersiap! BLT Langsung Masuk Rekening, Nilainya Disebut Bisa Capai Rp5,4 Juta
1. Verifikasi Otomatis: Sistem digital pemerintah akan mencocokkan data kependudukan langsung dengan teknologi perekaman wajah untuk meminimalkan salah sasaran.
2. Pengecekan Berkala: Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah data kependudukannya sudah masuk dalam basis data penerima bantuan sosial aktif, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.
3. Mekanisme Sanggah: Pemerintah akan menyiapkan platform khusus bagi masyarakat yang merasa ekonominya memenuhi kriteria tetapi namanya belum terdaftar agar bisa mengajukan sanggahan dan pembaruan data.
Transisi Subsidi Menurut Dewan Ekonomi Nasional (DEN)
Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa sistem baru ini akan memberikan penghematan anggaran negara hingga puluhan bahkan ratusan miliar ke depannya melalui skema direct cash transfer.
Baca Juga: 50 Juta Warga Bersiap! BLT Langsung Masuk Rekening, Nilainya Disebut Bisa Capai Rp5,4 Juta
"Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp 5,4 juta per orang. Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ujar Luhut Binsar Pandjaitan Selasa malam (9/6/2026).
Pemerintah menargetkan peluncuran identitas data tunggal atau Digital Single ID yang terintegrasi pada akhir tahun ini agar seluruh direct cash transfer dapat tersalurkan secara lebih targeted dan efisien. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi