RADARSEMARANG.ID - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah kembali memanfaatkan ajang Rupiah Borobudur Playon (RBP) 2026 sebagai sarana mendorong sport tourism sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Tak hanya menghadirkan ajang lari, kegiatan yang digelar di kawasan Taman Wisata Borobudur pada 4-5 Juli 2026 ini juga dirancang sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, hingga edukasi kebanksentralan. Bahkan perputaran ekonomi dari RBP 2026 ini diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.
Mengusung tema "Lari untuk Berbagi", Rupiah Borobudur Playon 2026 diikuti lebih dari 4.000 pelari dari berbagai daerah. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Departemen Regional Bank Indonesia Rudy Brando Hutabarat, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, serta jajaran pemerintah daerah lainnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengatakan, RBP terus berkembang sejak pertama kali digelar pada 2023. Bahkan, kini telah masuk dalam kalender event Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu agenda sport tourism.
"Kami dari Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Rupiah Borobudur Playon untuk tahun keempat di 2026 ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Magelang," ujar Noor usai kegiatan RBP, Minggu (5/7).
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatanjuga dirancang sebagai media untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. BI juga menghadirkan Expo UMKM yang diikuti 54 pelaku usaha binaan BI dan pemerintah daerah. Berbagai produk kuliner, fesyen, kriya hingga produk olahraga dipamerkan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan transaksi masyarakat.
"Kami juga menggerakkan UMKM binaan Bank Indonesia dan binaan Pemprov untuk tampil di sini. Mudah-mudahan ini meningkatkan konsumsi di Jawa Tengah," katanya.
Berdasarkan kajian penyelenggaraan tahun sebelumnya, RBP mampu menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp 10 miliar. Dampaknya dirasakan berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, perdagangan, transportasi hingga jasa lainnya di kawasan Borobudur.
Tak berhenti pada penguatan ekonomi, BI juga memastikan manfaat RBP dirasakan langsung masyarakat sekitar Borobudur. Seluruh dana hasil pendaftaran peserta lari yang mencapai sekitar Rp 660 juta disalurkan kembali dalam bentuk dukungan sarana dan prasarana pemberdayaan masyarakat di 10 desa di Kecamatan Borobudur. Salah satunya untuk mendukung program pengelolaan sampah.
"Jumlah yang kita peroleh dari pendaftaran pelari itu kira-kira lebih dari Rp 600 juta, dan itu akan kita donasikan untuk 10 desa untuk program pengolahan sampah," ungkap Noor.
Semangat berbagi itu menjadi pembeda RBP dibanding ajang lari pada umumnya. BI juga menyediakan fasilitas Wakaf Digital sehingga masyarakat dapat menyalurkan wakaf secara non-tunai untuk mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, RBP dimanfaatkan BI sebagai media memperluas edukasi kepada masyarakat. Peserta dikenalkan dengan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, edukasi sistem pembayaran digital, pelindungan konsumen, hingga literasi kebanksentralan melalui berbagai aktivitas interaktif yang tersebar di area acara maupun sepanjang rute lari.
Pada kesempatan itu, BI juga menandatangani nota kesepakatan peningkatan literasi Rupiah bersama tujuh pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara hingga ke tingkat daerah.
Tak hanya itu, BI turut mendukung Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Strategis melalui operasi pangan murah, kampanye diversifikasi pangan, edukasi konsumsi pangan lokal seperti mocaf dan sorgum, hingga promosi produk olahan sebagai alternatif komoditas penyumbang inflasi.
"Kami juga menyisipkan beberapa kegiatan literasi, mulai dari Cinta Bangga Paham Rupiah, pelindungan konsumen, sampai mendukung gerakan pengendalian inflasi melalui operasi pasar dan edukasi pangan. Jadi secara umum, Rupiah Borobudur Playon ini bukan hanya olahraga, tetapi juga kegiatan ekonomi, edukasi, dan sosial," jelasnya.
Pada kesempatan itu Gubernur Jateng Ahmad Luthfi turut mengapresiasi kegiatan RBP menjadi sport tourism. Ia juga memberikan semangat kepada para pelari untuk bangga terhadap Rupiah.
"Dengan adanya Rupiah Borobudur Playon ini diharapkan runner akan menumbuhkan kesehatan bersama. Lari merupakan bagian hidup kita, dan lari merupakan sport tourism andaan Provinsi Jawa Tengah," jelas Luthfi
Sementara Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menilai RBP sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan sport tourism sebagai penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari luar daerah akan meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan UMKM di kawasan Borobudur.
"Kegiatan lari ini menjadi bagian dari program kami untuk pengembangan sport tourism. Harapannya semakin banyak orang datang ke Jawa Tengah, menginap, berbelanja, dan menyerap produk-produk UMKM," ujar Sumarno. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi