Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Akses Modal Dorong Pendapatan UMKM, Mayoritas Merchant Alami Kenaikan Usaha

Khafifah Arini Putri • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:27 WIB
Roadshow BukuWarung di Kota Semarang.
Roadshow BukuWarung di Kota Semarang.

RADARSEMARANG.ID - Akses pembiayaan dinilai masih menjadi salah satu kebutuhan utama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis. Hal itu tercermin dari hasil analisis BukuWarung terhadap merchant penerima pembiayaan produktif yang menunjukkan mayoritas pelaku usaha mengalami peningkatan pendapatan setelah memperoleh tambahan modal.

Data BukuWarung mencatat, tujuh dari sepuluh merchant mengalami pertumbuhan usaha setelah mendapatkan pembiayaan produktif. Rata-rata pendapatan merchant meningkat hingga 58 persen. Bahkan, pelaku usaha pada kategori paling mikro mencatat kenaikan pendapatan hampir lima kali lipat setelah memperoleh akses modal.

Temuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Laskar Agen Juara Semarang yang menjadi bagian dari rangkaian BukuAgen Roadshow 2026. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kapasitas usaha, literasi keuangan, serta jejaring antar pelaku UMKM di daerah.

"Pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap layanan keuangan. Karena itu, kami terus memperkuat ekosistem yang menghubungkan pembiayaan produktif, literasi keuangan, serta komunitas merchant yang saling mendukung," ujar Strategic Partnership, Compliance, dan Legal BukuWarung, Romy Williams.

Melalui Laskar Agen Juara, pihaknya ingin memastikan merchant tidak hanya memiliki akses terhadap layanan yang tepat. Tetapi juga mendapatkan pengetahuan, jejaring, dan dukungan yang dibutuhkan untuk terus berkembang dan naik kelas.

Menurutnya, akses pembiayaan produktif dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menambah stok barang, memperluas operasional, hingga memperkuat perputaran usaha. Dampaknya terlihat dari peningkatan performa bisnis merchant penerima pembiayaan.

Selain kenaikan pendapatan, sebanyak 43 persen merchant disebut berhasil naik ke tingkat usaha yang lebih tinggi setelah memperoleh pembiayaan. Sementara pelaku usaha pada level awal menjadi kelompok yang mencatat pertumbuhan paling signifikan.

"Temuan ini menunjukkan bahwa akses modal yang tepat dapat memberikan dampak paling besar bagi pelaku usaha yang masih dalam tahap membangun dan mengembangkan bisnisnya," tambahnya.

Tak hanya soal permodalan, pelaku UMKM juga dinilai membutuhkan pendampingan dan ruang belajar untuk mengembangkan usaha. Karena itu, dalam kegiatan tersebut peserta mendapat edukasi terkait pengelolaan keuangan, keamanan akun, hingga pencegahan penipuan digital.

Head of Area Central Java (Merchant Success) BukuWarung Endang Puspawati mengatakan banyak pelaku usaha di Jawa Tengah memiliki potensi berkembang, namun masih membutuhkan pendampingan agar dapat mengelola usaha dan memanfaatkan layanan keuangan secara optimal.

"Banyak merchant kami di Jawa Tengah memiliki potensi usaha yang besar, namun masih membutuhkan pendampingan dalam mengelola usaha dan memanfaatkan layanan keuangan secara optimal. Melalui Laskar Agen Juara, kami tidak hanya ingin berbagi informasi, tetapi juga mendengar langsung pengalaman merchant agar solusi yang kami bawa tetap sesuai dengan kebutuhan mereka," ujarnya.

Sementara salah satu merchant Totok Saputro mengaku terbantu dengan adanya BukuWarung. Sebab usahanya bisa berjalan lancar. Selain membantu permodalan, kata dia BukuWarung juga membantu dalam bertransaksi pada konsumennya.

"Saya sudah bergabung sejak 2024. Semenjak bergabung dengan BukuWarung transaksi di toko saya meningkat setiap bulannya," ungkapnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#BukuWarung #akses permodalan #KOTA SEMARANG