Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Semarang Jadi Pilot Project Nasional, KB Bank Sulap Priority Banking Lebih Santai dan Interaktif

Khafifah Arini Putri • Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:30 WIB
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie (kanan) saat memperkenalkan layanan KB Bank Prioritas.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie (kanan) saat memperkenalkan layanan KB Bank Prioritas.

 

RADARSEMARANG.ID - Layanan priority banking identik dengan suasana formal dan eksklusif. Namun konsep itu coba diubah KB Bank. Lewat kantor cabang barunya di Kota Semarang, bank asal Korea Selatan ini menghadirkan konsep priority banking yang lebih santai, interaktif, dan dekat dengan nasabah.

Kota Semarang pun dipilih menjadi pilot project nasional untuk konsep baru tersebut. Dari Kota Atlas, KB Bank akan mulai mengembangkan layanan priority banking berbasis komunitas sebelum diperluas ke kota lain seperti Jakarta dan Surabaya.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan lewat layanan priority banking ini ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi nasabah affluent maupun middle segment. Tidak sekadar transaksi perbankan, tetapi juga membangun relasi dan komunitas.

“Di Cabang Semarang ini (layanan priority banking) adalah yang pertama, pilotnya di sini,” ujar Kunardy saat ditemui usai pembukaan kantor KB Bank di Semarang, Kamis (21/5).

Menurutnya, konsep priority banking selama ini cenderung monoton. Karena itu, KB Bank mencoba membuat layanan yang lebih santai dan menyenangkan. Sehingga nasabah merasa nyaman dan memiliki kedekatan emosional dengan bank.

"Kita mau membuat sebuah komunitas. Kalau hanya multi banking center yang biasa, itu biasa saja. Kita mau membedakan, dengan layanan priority banking, kita mau membuat sesuatu yang fun," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kunadry menyebut Kota Semarang dipilih karena dinilai menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Terlebih, arus investasi di kawasan industri Jawa Tengah terus berkembang.

“Semarang ini merupakan pusat untuk aktivitas bisnis di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dia melihat Jawa Tengah memiliki daya tarik besar bagi investor. Selain itu biaya tenaga kerja masih kompetitif dan kawasan industri terus tumbuh, mulai Kendal hingga Batang.

“Di Jawa Tengah ini kan banyak sekali investor-investor yang masuk ke industrial estate,” katanya.

Selain memperkuat layanan retail dan priority banking, KB Bank juga membidik penguatan UMKM dan inklusi keuangan. Salah satunya melalui pembiayaan KUR, kerja sama dengan BPR, hingga pengembangan mini ATM di desa-desa.

“Kita sampai ke KUR juga ada. Petani pekebun tebu di Jawa Timur kita masuk,” jelasnya.

Program mini ATM tersebut dikembangkan dengan konsep agen layanan perbankan di pelosok desa. Menurut Kunardy, banyak masyarakat pedesaan yang masih lebih nyaman bertransaksi langsung dengan manusia dibanding mesin ATM. Karena itu, KB Bank mendorong agen-agen desa menjadi kepanjangan tangan layanan perbankan.

“Banyak orang yang di desa-desa itu kadang kartu ATM takut salah masuk password, lupa, bingung. Jadi mereka sukanya ketemu manusia. Nah, kita membudayakan agen-agen di daerah untuk menjadi kepanjangan tangan kita," ungkapnya.

Di sisi bisnis, KB Bank tetap menjadikan segmen korporasi sebagai mesin pertumbuhan utama. Tahun ini perseroan membidik pertumbuhan kredit di kisaran middle teens atau sekitar 15 persen. Sejumlah sektor yang dibidik di Jawa Tengah antara lain tekstil, agribisnis, properti, hingga industri berbasis ekspor. Namun, penyaluran kredit tetap dilakukan secara selektif. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Priority Banking #korea selatan #KOTA SEMARANG #JAWA TENGAH #kota Atlas