Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

90 Pelaku Usaha di Jateng Meriahkan UMKM Grande

Khafifah Arini Putri • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:22 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho saat melihat stan UMKM dalam acara UMKM Grande 2026.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho saat melihat stan UMKM dalam acara UMKM Grande 2026.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Tengah terus didorong naik kelas. Tidak hanya menguasai pasar lokal, pelaku usaha kini mulai diarahkan mampu bersaing di pasar internasional. 

Upaya itu terus digerncarkan Bank Indonesia Jawa Tengah. Salah satunya dilakukan lewat gelaran UMKM Gayeng Grande 2026 yang resmi dibuka di Atrium Paragon Mall Semarang, Kamis (7/5).

Pameran UMKM Grande ini berlangsung 7-11 Mei 2026 mendatang. Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan kapasitas pelaku UMKM. 

Tahun ini, sekitar 90 UMKM dari berbagai sektor ambil bagian. Mulai kuliner, fesyen, wastra, kriya, dekorasi rumah, furnitur hingga kopi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan UMKM Grande telah memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen BI Jateng dalam mendorong UMKM agar terus berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat.

UMKM Grande 2026 kali ini bertajuk Tumbuh Tangguh dan Mendunia. Tema ini dipilih untuk menggambarkan harapan UMKM agar mampu menembus pasar global. Terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“UMKM tidak hanya harus berkembang, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan mampu meningkatkan kualitas produknya agar bisa bersaing di pasar internasional,” ujarnya.

Baca Juga: BRI Jadi Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi ISO/IEC 25000

Lebih lanjut, Noor menjelaskan, pengembangan UMKM dalam Grande 2026 berfokus pada empat pilar utama. Yakni green, kerakyatan, digital, dan ekspor. Empat aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun UMKM yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Selain pameran produk, berbagai kegiatan pendukung juga digelar untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha. Di antaranya edukasi sistem pembayaran digital dan perlindungan konsumen, workshop ketahanan pangan dan ekonomi sirkular, talkshow, fashion show wastra, hingga kompetisi kopi.

Pihaknya optimistis produk UMKM Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas. Apalagi, kualitas produk lokal dinilai semakin kompetitif dan mampu bersaing dengan produk luar negeri.

“Kami ingin UMKM Jawa Tengah semakin percaya diri menunjukkan bahwa produk lokal juga punya kualitas yang tidak kalah dengan produk internasional,” pungkasnya. 

Editor : Miftahul A’la
#Bank Indoensia #ekonomi #UMKM