RADARSEMARANG.ID - Awal tahun 2026 masih cukup manis bagi bisnis transportasi darat. Salah satunya, PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun sepanjang Januari-Maret 2026. Jumlah itu naik 11,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa (5/5), laba bersih perusahaan ini mencapai Rp157 miliar. Sementara laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat Rp341,8 miliar.
Menariknya, di tengah banyaknya pilihan transportasi online, layanan taksi konvensional milik perusahaan ini masih mencatat pertumbuhan pendapatan 12 persen secara tahunan. Artinya, masih ada segmen pasar yang setia menggunakan taksi.
Direktur Utama, Adrianto Djokosoetono menyebut pertumbuhan ini tak lepas dari kesiapan armada dan akses digital yang terus diperbaiki.
"Kami pastikan armada selalu siap, kualitas layanan terjaga, serta teknologi dimanfaatkan agar layanan lebih mudah diakses," ujarnya.
Selain itu pengguna aplikasi online MyBluebird juga makan ramai. Penggunanya tumbuh 22,4 persen. Artinya, masyarakat mulai nyaman memesan lewat kanal digital sendiri.
Momentum libur Lebaran turut mendorong kinerja pada awal tahun ini. Permintaan layanan transportasi meningkat selama periode mudik dan libur panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
Seiring itu, perusahaan memperluas jangkauan layanan dengan menambah titik pangkalan di berbagai wilayah. Secara keseluruhan, jumlah titik layanan meningkat sekitar 43 persen dibanding triwulan I 2025.
Selain itu, perusahaan turut memperhatikan kesejahteraan pengemudi melalui berbagai program, termasuk penguatan pendapatan dan pemberian apresiasi. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kinerja layanan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna.
"Sepanjang 2026, fokus kami adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan terus memperkuat keandalan layanan," pungkasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi