Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peningkatan Permintaan Daging dan Telur Ayam untuk Program MBG hingga Kenaikan Harga Emas Jadi Pemicu Inflasi di Jateng

Khafifah Arini Putri • Kamis, 6 November 2025 | 21:19 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong naiknya permintaan masyarakat terhadap telur ayam ras dan daging ayam ras. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama penyebab inflasi Jawa Tengah pada Oktober 2025.

Berdasarkan data Bank Indonesia, inflasi Jateng tercatat sebesar 0,40 persen (mtm). Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 0,21 persen (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra menjelaskan, kenaikan harga bahan pangan menjadi penyumbang utama inflasi di kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

“Telur ayam ras dan daging ayam ras (jadi pemicu inflasi) yang disebabkan kenaikan permintaan sejalan dengan pelaksanaan program MBG," jelas Rahmat, Kamis (6/10).

Sedangkan inflasi pada cabai merah terjadi seiring dengan masa puncak panen yang telah berlalu. Di sisi lain, tekanan harga komoditas bawang merah relatif rendah karena masih memasuki masa panen di sejumlah sentra, antara lain di Kabupaten Brebes.

Lebih lanjut, selain dari komoditas pangan, kenaikan harga emas dunia yang mencapai rekor tertinggi pada Oktober 2025 juga turut mendorong inflasi di Jateng. Lonjakan harga emas tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian global.

Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada Oktober 2025 naik hingga 19,98 persen dibanding bulan sebelumnya dan 60,66 persen dibanding tahun lalu.

“Inflasi pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat andil sebesar 0,21 persen (mtm), didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan yang memberikan andil 0,19 persen (mtm),” imbuhnya.

Meski meningkat, inflasi Jawa Tengah masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5 plus minus satu persen, dengan inflasi tahunan mencapai 2,86 persen (yoy).

Ke depan, untuk menjaga inflasi berada pada rentang sasaran, Bank Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan di daerah yang tergabung dalam Forum TPID Provinsi Jateng akan terus berkoordinasi dan bekerja sama melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi.

"Program pengendalian inflasi tersebut ditujukan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang/komoditas di Jawa Tengah sehingga inflasi dapat terjaga," tandasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#penyebab inflasi #Makan Bergizi Gratis #Rahmat Dwisaputra #Harga Emas #Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah #JAWA TENGAH