RADARSEMARANG.ID — Pemerintah akan menambahkan stimulus baru untuk masyarakat menjelang akhir tahun, demikian ditegaskan oleh Menteri Koordinator /Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Skema stimulus ekonomi akan segera diumumkan, karena sudah rampung dibahas.
Stimulus ekonomi baru itu bertujuan untuk mendongkrak daya beli masyarakat yang selama beberapa tahun terakhir melemah akibat melambatnya perekonomian.
“Terkait dengan stimulus sudah dibahas, tetapi nanti kita tunggu sampai kapan kita bisa mengumumkan. Tunggu dulu,” ujarnya (10/10).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membocorkan pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi terbaru.
Sebelumnya pemerintah telah merilis paket stimulus ekonomi pada Juni 2025 dan paket kedua pada September 2025.
Menurut Purbaya, paket stimulus ini akan diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Yang gelombang ketiga ada lagi yang belum diumumkan. Nanti biar Pak Menko Perekonomian mengumumkan,” ujar Purbaya (8/10).
Adapun, paket tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat dan akan berlaku pada kuartal IV-2025.
Purbaya menambahkan paket stimulus ini masih dimatangkan secara teknis.
“Harusnya minggu-minggu ini mau didiskusikan sama tim teknis. Mungkin minggu depan sudah bisa diumumkan. Nanti enggak tahu apa tanggal Jumat depan, tanggal 18 ya, apa dikeluarkan di situ sekaligus. Saya enggak tahu, tapi mungkin tanggal 17 paling lambat sudah diumumkan semuanya,” ujarnya.
Purbaya pun menuturkan paket baru ini adalah penguatan dari paket stimulus sebelumnya yang terdiri atas 8 program akselerasi, 4 program lanjutan, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.
Penambahan paket baru ini dalam rangka penguatan dan perluasan sektor penerima stimulus.
“(Dari paket sebelumnya) tambah sedikit, tambah lagi. Nanti Menko Perekonomian yang umumin, harusnya minggu depan atau hari Jumat ini. Ada yang diperkuat saja,” ujarnya.
Stimulus Ekonomi 8 4 5 yang telah bergulir memakan anggaran sebesar Rp 16,23 triliun.
Program itu ditargetkan dapat membantu mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke angka 5,2% di tahun 2025.
Berikut Daftar Stimulus Ekonomi 8+4+5:
8 Program Stimulus Cepat
1. Program magang lulusan perguruan tinggi (maksimal fresh graduate 1 tahun)
2. Perluasan PPh pasal 21 DTP untuk pekerja di sektor terkait pariwisata
3. Bantuan pangan periode Oktober-November 2025
4. Diskon Iuran JKK dan JKM bagi BPU transportasi online/ojol (termasuk ojek pangkalan, sopir, kurir, logistik) selama 6 tahun
5. Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan
6. Program padat karya tunai Kementerian Perhubungan dan Kementerian PU
7. Program deregulasi implementasi PP28/2025
8. Program perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta):
peningkatan kualitas permukiman dan penyediaan tempat untuk gig economy
4 Program Jangka Panjang hingga 2026
1. Perpanjangan jangka waktu pemanfaatan PPh Final 0,5% bagi Wajib Pajak UMKM 2026 serta penyesuaian penerima
2. Perpanjangan PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata (APBN 2026)
3. PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja industri padat karya (APBN 2026)
4. Diskon iuran JKK dan JKM untuk semua penerima BPU
5 Program Penciptaan Lapangan Kerja
1. Operasional KDKMP (Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih)
2. Replanting di perkebunan rakyat
3. Kampung Nelayan Merah Putih
4. Revitalisasi Tambak Pantura
5. Modernisasi kapal nelayan. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi