RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bisnis gadai emas di Pegadaian Kanwil XI Semarang mendominasi transaksi tertinggi dari produk gadai lainnya. Bahkan, nilai transaksi mencapai Rp 400 miliar pada momen Ramadan dan Lebaran.
Gadai emas menjadi produk unggulan lantaran menyumbang 90 persen dari total transaksi pada momen Ramadan dan Lebaran. Sedangkan produk gadai alat elektronik hingga alat pertanian hanya menyumbang 10 persen.
“Transaksi gadai di momen Ramadan dan Lebaran mencapai Rp 500 miliar. Didominasi bisnis gadai emas yang menyumbang paling tinggi sekitar Rp 400 miliar,” jelas Kepala Departemen Bisnis PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Tyas Ari Hidayat, Rabu (18/6/2025).
Tyas menerangkan, perayaan hari besar menjadi momen yang dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan transaksi. Namun, puncak transaksi gadai biasanya terjadi menjelang Lebaran.
“Bulan Ramadan itu dimanfaakan nasabah yang ingin membuka usaha dadakan, seperti jualan takjil. Lalu menjelang Lebaran biasanya para pengusaha memanfaatkan produk gadai untuk membayar THR karyawannya,” terangnya dalam Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan di Semarang.
Momentum tahun ajaran baru pada bulan Juni-Agustus, lanjut Tyas, turut menjadi waktu yang banyak digunakan masyarakat untuk menggadaikan emas. Itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Lalu saat awal musim tanam, kerap digunakan para petani menggadaikan barang untuk mendapatkan modal.
“Jawa Tengah ini banyak petaninya. Seperti di Brebes, kalau pas bukan musim tanam para petani menggadaikan pompa air. Di gudang kami bisa mencapai 300 sampai 500 unit pompa air. Kemudian di Sragen saat musim tanam bisa masuk hingga 150 sampai 200 unit traktor,” lanjutnya.
Kondisi ini membuat tren gadai di Jawa Tengah dan DIY meningkat selama 3 tahun terakhir. Bahkan, terjadi penambahan nasabah hingga 20 persen per tahun.
"Tren gadai ini mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya nasabah baru. Rata-rata per tahun ada 20 persen nasabah baru," tandas Tyas. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi