Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sinergi dengan Pemda, Bank Indonesia Dorong Perluasan QRIS hingga ke Daerah 3T

Khafifah Arini Putri • Jumat, 6 Desember 2024 | 16:39 WIB

 

Direktur Kepala Perwakilan BI Jateng Nita Rachmenia. KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG
Direktur Kepala Perwakilan BI Jateng Nita Rachmenia. KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah (Jateng) terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan berbagai kepentingan, BI berkomitmen untuk memperkuat inklusi keuangan.

Harapannya dapat mempermudah akses transaksi digital dan pemerataan di 35 kabupaten/kota di Jateng. Utamanya pada daerah yang selama ini sulit dijangkau layanan konvensional.

Direktur Kepala Perwakilan BI Jateng Nita Rachmenia menyampaikan saat ini volume transaksi QRIS masih didominasi di kota-kota besar. Seperti Kota Semarang, Kota Surakarta, dan beberapa wilayah lalainnya.

“Kalau di Jawa Tengah memang volume transaksi terbanyak itu di Kota Semarang, Kota Surakarta,” jelas Nita.

Begitu pula jumlah merchant QRIS, Kota Semarang masih mendominasi. Utamanya pada sektor Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM). Pihaknya pun terus mendorong penggunaan QRIS ini merata ke seluruh wilayah.

“Konsen kami di Jawa Tengah bagaimana kita mendorong ini (penggunaan QRIS) bisa merata ke seluruh kota/kabupaten di Jawa Tengah. Karena memang kita punya 35 kota/kabupaten dan kami ingin semua (daerah) merasakan (penggunaan QRIS), nggak hanya di kota-kota besar,” imbuhnya.

BI Jateng pun berupaya meningkatkan digitalisasi pembayaran ini secara bertahap. Sinergi dengan Pemda juga terus digenjot.

“Sinergi sama Pemda terutama daerah plosok pasti, kami juga bekerja sama dengan PJP menyasar masyarakat-masyaralat di situ,” tandasnya. (kap/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bank Indonesia