Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Marketplace Ini Hadirkan Festival Pustaka Sastra, yang Jual Buku Bajakan Tokonya Bakal Ditutup Permanen

Aris Hariyanto • Rabu, 9 Oktober 2024 | 02:48 WIB
Festival Pustaka Sastra
Festival Pustaka Sastra

RADARSEMARANG.ID, - Salah satu marketplace Indonesia belum lama ini telah menghadirkan Festival Pustaka Sastra pada bulan Oktober 2024.

Diketahui tujuannya untuk melindungi hak kekayaan intelektual (HaKI) penulis dan penerbit di Indonesia.

Menurut laman resminya, Inisiatif ini merupakan langkah tegas mereka dalam memberantas peredaran buku bajakan di platform marketplace.

“Festival Pustaka Sastra Tokopedia, Pesta Buku Original Lokal dan Best Seller,” bunyi pada laman situs resminya.

Festival Pustaka Sastra pada marketplace tersebut menawarkan berbagai buku original dengan diskon dan promo menarik.

Disamping itu, e-commerce ini juga memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mendapatkan karya-karya terbaik dari penulis lokal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tokopedia menegaskan bakal menutup toko online secara permanen bagi yang terbukti menjual buku bajakan di platform mereka.

Hal tersebut telah diungkapkan oleh Aditia Grasio Nelwan, selaku Head of Communication PT Tokopedia seperti yang diberitakan.

Aditia menegaskan bahwa, perusahaan akan menerapkan sanksi penalti dan pengurangan skor performa, bagi toko-toko yang terbukti melanggar ketentuan tersebut.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa hanya buku asli yang dijual di Tokopedia, sehingga penulis dan penerbit mendapatkan hak mereka secara adil.

Dalam Festival Pustaka Sastra ini, Tokopedia dikabarkan telah bekerja sama dengan penulis dan penerbit untuk menyediakan buku-buku asli.

Mereka berharap dengan adanya Festival Pustaka Sastra, pihaknya dapat melindungi hak kekayaan intelektual dan mendukung industri kreatif di Indonesia.

Lebih lanjut, Aditia menilai isu penjualan buku bajakan merupakan masalah yang telah lama menjadi perhatian Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

Meski demikian, Adit berpendapat hingga saat ini belum terdapat tindakan nyata yang diambil oleh pemerintah, maupun platform marketplace untuk menyelesaikan permasalahan terkait HaKI.

Ia mengungkapkan selama ini organisasi yang dipimpinnya hanya mampu melakukan perlawanan secara mandiri melalui seruan kampanye Anti Pembajakan Buku.

Selain itu, pihaknya juga secara rutin melaporkan akun-akun penjual online yang terlibat dalam penjualan buku bajakan.

Pihaknya memaparkan “Biasanya abis kami laporkan, produknya itu dihapus sama penjualnya. Setelah itu nanti diupload lagi”.

“Gitu mainnya. Jadi ya mau nggak mau kita sendiri yang harus rutin mengawasi,” kata Aditia seperti yang diberitakan.

Editor : Iskandar
#marketplace #Anti Pembajakan Buku #buku bajakan #PENULIS #haki #ikapi #Festival Pustaka Sastra Tokopedia #Hak Kekayaan Intelektual #Festival Pustaka Sastra #tokopedia