RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Dalam rangka menyongsong Kebijakan Program Pemberdayaan Pasar Rakyat pada Pemerintahan Baru Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa Bakti 2024-2029, DPP Asosiasi Pasar Rakyat Seluruh Indonesia (APARSI) telah mengadakan Musyawarah Nasional (MUNAS) APARSI tahun 2024 yang dilaksanakan pada Kamis, (26/9/24) di Kota Semarang.
Diikuti oleh ratusan Peserta dari Seluruh Indonesia, MUNAS APARSI dibuka secara langsung oleh Bapak Moga Simatupang, S.Sos, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Turut dihadiri Bapak Sri Sugy Atmanto, SE., MM., Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Ditjen Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Bapak
Bagus Rachman SE, M. EC , Plh Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, beserta jajaran Sponsor PT Mitra Kasih Perkasa dan PT Bank INA Digital.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan dalam sambutannya yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Moga Simatupang S.Sos menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan berupaya untuk menjaga konsumsi rumah tangga melalui pengendalian harga, pasokan, serta distribusi komoditas yang bertujuan untuk menghindari terjadinya inflasi.
“Saat ini, pemerintah juga menerapkan revitalisasi Pasar Rakyat secara nonfisik meliputi kegiatan pembinaan dan pembenahan manajemen, ekonomi dan sosial
budaya dari Pasar Rakyat,” ucapnya.
Bentuk upaya pembinaan dan pembenahan manajemen Pasar Rakyat, yaitu melalui upaya pembinaan dalam peningkatan pelayanan pedagang.
Salah satu upaya peningkatan kemampuan transaksi pedagang adalah melalui pemanfaatan teknologi dan informasi dalam proses transaksi dan pengelolaan guna meningkatkan eksistensi pasar.
APARSI lahir untuk menerapkan digitalisasi terhadap lebih dari 10.000 pasar rakyat melalui penerapan sistem e-retribusi di seluruh wilayah Indonesia.
“Keberadaan APARSI merupakan mitra kerja strategis bagi Pemerintah dalam mewujudkan Pasar Rakyat yang berintegritas dan berdaya bersaing,” sambungnya.
Diikuti oleh ratusan Pengurus dan Anggota APARSI di seluruh wilayah Indonesia, acara ini mengusung tema “Sinergitas Kementerian dan Lembaga NKRI Melalui Pemberdayaan Pasar Rakyat Seluruh Indonesia”.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan potensi pengembangan pasar tradisional menuju pasar rakyat digital.
Dalam rangkaian acara Munas APARSI 2024, dihadiri juga oleh Ketua Umum APARSI, Suhendro dan Direktur Eksekutif APARSI Nicholas Anggada, acara Munas APARSI akan diisi dengan agenda sidang pembentukan AD/ART, penyusunan anggota, dan kerangka kerja APARSI serta pengukuhan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) APARSI.
Program utama dari APARSI adalah mendorong digitalisasi pasar serta menghubungkan pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia dengan meningkatkan manajemen pasar melalui penerapan sistem e-retribusi.
Saat ini APARSI telah berhasil mengakomodasi lebih dari 10.000 pasar rakyat yang menaungi lebih dari 10 juta anggota.
Ketua Umum APARSI, Suhendro menyatakan bahwa Acara Munas dihadiri oleh para pengurus dan Anggota APARSI yang tersebar di 34 Provinsi dan 300 Kota/Kabupaten.
“Tujuan pelaksanaan Munas APARSI tahun 2024 adalah konsolidasi organisasi pelaksanaan program kerja tahun 2024 sampai 2029,” ucapnya.
Dalam upaya memastikan roadmap Pasar Rakyat dengan Standar Nasional Indonesia, APARSI menggandeng MKP dalam penerapan sistem e-retribusi yang dapat dipantau secara real time melalui Unified Dashboard.
Direktur Eksekutif APARSI sekaligus Ketua MUNAS APARSI 2024, Nicholas Anggada mengatakan APARSI secara konsisten melibatkan seluruh stakeholder
mulai dari Pemerintah Negara hingga Pemerintah Daerah, Perusahaan Teknologi, Mitra Perbankan, hingga jajaran analis beserta Akademisi yang turut andil menjadi bagian dari Kepengurusan APARSI.
“Saat ini APARSI menjaring 34 Provinsi di Indonesia, yaitu lebih dari 300 Kota Kabupaten yang terus kami fasilitasi dalam edukasi, sosialisasi, hingga implementasi pasar sesuai SNI,” tutupnya.
Editor : Tasropi