RADARSEMARANG.ID, INVESTASI menjadi tren di kalangan anak muda yang mulai melek finansial.
Baik dari kalangan milenial maupun gen z mereka begitu terbuka untuk mengakses literasi finansial.
Menurut Youth Finsight Survey (2018) menyebutkan bahwa milenial dan generasi Z memiliki potensi dalam hal ini, dimana era saat ini merupakan era digital.
Baca Juga: Bank Jago Berikan Tips Bagi Pelaku UMKM Kota Semarang untuk Kelola Keuangan
Literasi keuangan merupakan kemampuan individu untuk memahami dan mengelola keuangan pribadi dengan bijak.
Literasi keuangan mencakup pemahaman konsep dasar seperti pengelolaan anggaran, tabungan, investasi, dan utang.
Literasi keuangan melibatkan kemampuan untuk mengevaluasi risiko dan keuntungan dalam keputusan keuangan, serta keterampilan dalam menggunakan alat keuangan seperti kartu kredit, pinjaman, dan investasi.
Melalui investasi aset keuangan pribadi dapat dikelola dengan baik agar dapat mengantisipasi keadaan di masa depan.
Pilihan investasi bagi bagi kalangan milenial dan gen z memang banyak terutama yang berbasis teknologi digital, dari beli saham, cryptocurrency, saham blue chip, obligasi, reksadana dan banyak lagi.
Jarang di antara generasi milenial dan terlebih gen z sengaja melakukan investasi dengan membeli logam mulia. Baik karena alasan kepraktisan maupun tingkat peluang keuntungan.
Yang semestinya diingat dalam melakukan investasi ada konsep hight risk higt return.
Risiko yang tinggi mendatangkan keuntungan yang tinggi. Inilah yang kemudian memicu kalangan milenial untuk berinvestasi di entitas yang hight risk.
Selain menjanjikan keuntungan yang relatif tinggi juga tantangan risiko yang tinggi pula, sangat khas bagi kaum muda dengan sikap mental yang siap ambil risiko dibandingkan dengan kalangan generasi yang lebih senior.
Jika risiko menjadi pertimbangan maka pilihan yang tepat dalam berinvestasi adalah logam mulia.
Logam mulia adalah jenis logam yang memiliki nilai tinggi dan paling diminati secara luas di seluruh dunia.
Logam ini memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap korosi dan oksidasi, tidak berkarat, awet, dan cukup langka.
Jenis logam mulia yang sering dijadikan investasi adalah emas, perak, dan platinum. Namun dari ketiganya, emas adalah logam yang paling populer.
Jenis logam emas yang digunakan untuk investasi adalah emas batangan yang nilainya murni dengan ukuran kilo dan gram.
Dalam dunia investasi, logam mulia banyak dijadikan diverfisikasi dan nilai lindung dari inflasi.
Selain emas batangan, perhiasan emas juga sering digunakan sebagai investasi meskipun nilainya lebih rendah.
Anda mungkin sudah sering mendengar investasi dengan emas batangan. Tapi ternyata emas bukan satu-satunya logam yang bisa digunakan untuk investasi, lho.
Ada jenis logam mulia lain yang dapat dijadikan pilihan untuk instrumen investasi.
Berikut inilah 7 jenis logam mulia dari bahan tambang yang jarang diminati kalangan kilenial dan Gen Z :
1. Emas
Emas adalah salah jenis logam mulia yang paling sering diinvestasikan. Logam emas sendiri cukup langka dan nilainya berharga.
Oleh karena itu, banyak yang ingin memiliki logam tersebut sebagai aset investasi.
Menurut sejarah, emas memang sering dianggap bisa menjaga nilai uang dari inflasi.
Saat ini harga emas berada pada kisaran Rp. 1.100.000, - sampai dengan Rp. 1.300.000, - per gram emas 24 karat dalam kurun waktu tahun 2023 - 2024.
2. Perak
Perak adalah logam berwarna putih yang memiliki sifat mudah ditempa dengan simbol Ag (Argentum) dan nomor atom 47.
Dengan harga yang lebih murah dibandingkan emas, perak dianggap sebagai instrumen investasi yang lebih mudah dijangkau semua kalangan.
Nilai logam perak mampu bertahan di posisi yang baik dalam waktu yang cukup lama karena memiliki peran penting dalam dunia industri sehingga membuat perak lebih kebal terhadap resesi.
Harga perak berkisar antara Rp. 10.000, - sampai dengan Rp. 15.000, - dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dengan kecenderungan harga naik mengikuti harga pasaran dunia.
3. Platinum
Platinum adalah logam mulia bernomor atom 78 dengan simbol Pt dalam susunan kimia.
Logam mulia mengkilap berwarna putih ini juga bersifat resisten terhadap korosif layaknya emas dan biasa digunakan sebagai perhiasan.
Memiliki nilai tinggi, platinum dapat bekerja sebagai pelindung dari inflasi karena dapat mempertahankan nilainya meskipun kondisi ekonomi memburuk.
Kemampuan platinum dalam mempertahankan nilinya juga didukung oleh tingginya permintaan industri terhadap logam ini. Harga platinum per gramnya sekitar Rp470 ribu.
4. Palladium
Palladium adalah logam mulia yang langka dan dapat digunakan secara luas, terutama dari industri otomotif.
Logam ini dapat ditambang di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Rusia.
Palladium cenderung memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan dengan emas.
Volatilitas dapat menjadi pro dan kontra dalam investasi, karena di satu sisi, volatilitas tinggi dapat membantu investor menghasilkan lebih banyak uang apabila masuk dan keluar perdagangan di saat yang tepat.
Namun jika sebaliknya, maka dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar.
Biasanya, palladium dijual dalam bentuk perhiasan dengan campuran bahan logam mulia lainnya. Inilah yang membuat harga palladium bervariasi.
Kadar terendah palladium adalah 10% yang dijual dengan harga Rp210 ribu per gram. Sementara kadar palladium tertinggi sebesar 50% dijual dengan harga sekitar Rp480 ribu per gram.
5. Rhodium
Rhodium adalah logam keperakan yang banyak digunakan dalam produksi mobil. Rhodium dianggap sebagai logam yang langka dan sangat mahal karena harganya bisa berubah sesuai dengan permintaan dan penawaraan.
Persediaan rhodium juga terbatas, sehingga harganya semakin naik dari waktu ke waktu. Itulah mengapa rhodium banyak dijadikan sebagai pilihan instrumen investasi.
Harga rhodium per gram mencapai Rp15 juta, menjadikannya salah satu logam mulia termahal di dunia.
6. Iridium
Jenis logam mulia untuk investasi yang tidak kalah menarik adalah Iridium. Iridium termasuk ke dalam kelompok logam platina.
Titik leleh yang tinggi menjadikan Iridum salah satu benda paling langka di bumi.
Logam ini memiliki banyak kegunaan di industri yang membuatnya selalu menjadi logam yang dicari banyak orang. Jadi jangan heran kalau harga Iridium mencapai Rp3 juta per gram.
7. Osmium
Satu lagi logam mulia dari kelompok platina, Osmium adalah logam yang keras namun rapuh. Logam ini sangat langka dan hanya bisa ditemukan di kerak bumi.
Namun, Osmium juga dapat ditemukan secara alami di pasir sungai yang mengandung Platinum yang ada di Amerika Utara, Afrika Selatan, dan Pegunungan Ural di Rusia bagian barat.
Osmium dijual dengan satuan troy ounce atau setara 31 gram seharga Rp223 juta.
Itulah 5 logam mulia yang beberapa di antaranya jarang orang tahu dan kurang diminati sebagai instrumen investasi.
Editor : Tasropi