RADARSEMARANG.ID, Semarang - Atraksi topeng China (Bian Lian mask) dan parade barongsai bakal memeriahkan puncak perayaan Lunar New Year tahun ini di Tentrem Mall.
Beragam performance juga akan tersaji untuk menghibur pengunjung.
Tak hanya itu, 17 tenant legendaris baik halal dan non halal juga akan mengajak orang-orang memanjakan lidahnya.
General manager Tentrem Mall Nadya Lonianto menyebut,puncak perayaan event Lunar New Year yang dimulai sejak 20-25 Februari itu diharapkan menjadipenutup rangkaian event.
Yakni dengan memberikan kesan dan pengalaman yang mengesankan dengan sajian budaya tradisional China.
“Sabtu sore (24/2) ada festival barongsai dan Magical Show Bian Lian sedangkan Minggu (24/2) juga ada pertunjukan wayang Potehi,” jelas Nadya.
Pertunjukan topeng Bian Lian ini sangat unik. Pemain dengan cepat akan mengganti topeng yang dikenakannya seperti magic disertai dengan tarian kipas yang dibawakan penari berkostum Cina tradisional.
Di samping itu, lanjutnya, Tentrem Mall juga memberikan pengalaman kuliner legendaris (Chinatown Food Market) yang tersebar di Kota Semarang. Semuanya disajikan dalam satu tempat di Atrium Mall.
Ada 16 tenant baik halal maupun non halal. Diantaranya Lo Sio Bak Johar Asli, Nasi Campur Ahong 99, Bakcang 66 Suburan, Kedai Toba, Sobi dan Herbamed, Mie Boy, Mr Krispig, Chiclin Taiwan, Kampong Duren, Teazzi Indonesia, Ratoe Jagoeng, Nasi Goreng Babat Mas Ari, Bakso Malang Artomoro, AA Fun Chicken, dan Dimsum dan Siomay Story serta lainnya.“Ada tanda khusus jadi customer bisa membedakan halal atau non halal. Semuanya tmakanan khas chinese,” terangnya.
Nadya menambahkan, adanya sajian kuliner legendaris tersebut agar para pengunjung dari berbagai kota tak kesulitan menyambangi tempat tiap-tiap kuliner.
Menurutnya, festival kuliner ini cukup unik dan berbeda karena tak ditemukan di event festival kuliner lainnya.
Pihaknya juga hendak membangkitkan nostalgia zaman dulu sehingga memberikan kenyamanan terhadap pelanggan.
“Jadi tak harus berpencar mencari, sudah kita sediakan dalam satu tempat,” pungkasnya. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi