Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Berdayakan Masyarakat, Tas Rorokenes Ekspor hingga Rusia

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 18 Oktober 2023 | 17:15 WIB
Suasana pembuatan Tas Rorokenes, Senin (16/10).
Suasana pembuatan Tas Rorokenes, Senin (16/10).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat ditemui di Jalan Bukit Putri Nomor 17, Ngesrep, Banyumanik Kota Semarang. Syanaz Nadya Winanto Putri terlihat merapikan tas Rorokenes.

Rorokenes merupakan produk asli Lokal Semarang sejak tahun 2014. Menawarkan tas anyaman dari kulit.

Desain tas yang elegan dan multifungsi, dibalut dengan anyaman kreasi tradisional Indonesia menjadi ciri khas karya Rorokenes.

Rorokenes menawarkan berbagai pilihan tas kulit untuk perempuan hingga laki-laki, yang terdiri dari clutch, tote bag, boston bag, shoulder bag, hingga backpack.

Kini, produk Rorokenes pun sudah berhasil menembus pasar global dengan ekspor hingga ke Jepang. 

Tak sampai di situ, produknya juga sudah pernah dibeli oleh konsumen dari berbagai negara, mulai dari Qatar, Hongkong, Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru, hingga beberapa negara di Eropa.

Di balik kesuksesan Rorokenes sebagai sebuah brand tas lokal yang berhasil masuk ke pasar internasional, ternyata diakui Syanaz ia juga memulai bisnisnya dari kecil.

Awalnya, Syanaz mengaku, ia hanya seorang ibu rumah tangga yang meminjam uang dari suaminya sebagai modal bisnis.

Ia menceritakan, awalnya dalam memulai usaha tas anyaman dengan  mengerjakannya di teras rumah. Tak main-main, sejak awal ia memiliki idealisme.

Ia bertekad, 85 persen tas berupa kulit asli, kain tenun, dan limbah kayu ini berasal dari Indonesia. Kulit yang digunakan harus memiliki sertifikat yang memastikan kulit tersebut tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Selain itu, kain tenun lurik  berasal dari perajin wanita di Klaten sebagai bentuk kesetaraan gender. Untuk menekan limbah, sisa kulit diolah semaksimal mungkin.

Setiap tas dikemas menggunakan tas kain yang bisa digunakan kembali oleh konsumen sebagai tas belanja.

Sejauh ini, Rorokenes dapat memproduksi 350 tas anyaman kulit, dan 1000 tas mixing antara tas polos dan anyaman

"Meskipun kemarin ketika KTT ASEAN dan KTT G20, kita dapat melampaui hingga 5000 merchandise. Karena kami dapat mengerjakan merchandise. Rorokenes banyak merasakan manfaat dari itu, baik itu pelatihan, jejaring domestik maupun luar negeri. Teruskan untuk berprogres" katanya.

Rorokenes menerapkan strategi bisnis yang diusahakan. Salah satunya dengan pemberdayaan dan tata kelola limbah yang benar.

"Kami bekerja sama dengan Baznas Semarang, di mana mustahik pilihan Baznas kami didik menganyam sehingga anyamannya kita beli dengan harga yang bersaing," katanya.

Selain itu, para mustahik ini juga dilatih literasi keuangan dan literasi gender. "Agar mereka mengelola keuangan dengan baik untuk keluarganya," ujarnya.

Hingga kini, ada 35 karyawan. Bahkan, para mustahik dari pesisir Tambaklorok dan Kendal ikut diberdayakan. 

Tas berkisar dari Rp 200 ribu hingga Rp 3,8 juta. Jangkauan pasar sudah domestik, dari Sabang hingga Merauke.

Offline store di Sarinah Jakarta menggunakan mayoritas lokal content."Ekspor ke Malaysia, Singapore, Thailand, hingga Jepang,"

Diakuinya, peran Lapak Ganjar sangat membantu sekali bagi UKM pada saat pandemi Covid-19. Karena pola pelanggan ke pembelian online. 

"Lapak Ganjar sangat membantu untuk menaikkan traffic, terutama tata kelola brand digital, sehingga kami memperkuat dan memperluas jaringan kami," katanya. (fgr/web/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#tas #Rorokenes