RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah menyediakan ruang khusus bagi disabilitas netra. Namanya Pojok Braille, yang berada di Perpustakaan BI Jateng.
Tempat ini merupakan layanan bagi disabilitas netra untuk mengakses buku-buku braille.
Tujuannya untuk memudahkan mereka mendapatkan ilmu pengetahuan. Launching Pojok Braille ini dilaksanakan di Perpustakaan BI Jateng, Rabu (13/9).
Selain itu juga dalam rangka menyambut Hari Kunjung Perpustakaan Nasional yang jatuh pada hari ini, Kamis (14/9).
Pojok Braille diresmikan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra dengan memberikan secara langsung buku braille pada Ketua DPW Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Jateng Indra Kurniawan.
Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Endang Sarwiningsih, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Junanto Herdiawan, dan Ndari Surjaningsih, serta para mahasiswa.
Menariknya pada kegiatan ini juga dilaksanakan Bedah Buku berjudul Your Career Workbook oleh Penulis dan Karir Coach Rene Suhardono.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan pembukaan Pojok Braille ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Diharapkan bisa memudahkan akses sekaligus meningkatkan literasi baca bagi penyandang tunanetra.
“Pojok Braille iya (pertama) mudah-mudahan InsyaAllah. Karena selama ini (buku braille) terbatas ya, makanya kami sediakan ini (Pojok Braille),” kata Rahmat kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Ia menambahkan koleksi di Pojok Braille ini sekitar 25 buku. Nantinya akan terus ditambah secara bertahap.
Sejumlah buku sudah banyak diusulkan agar bisa di Braille-kan dan akan segera ditindaklanjuti bersama dengan pemerintah Provinsi dan Kota di Jateng.
“Memang harus ada program untuk mem-braille-kan buku-buku yang memang belum ada untuk masyarakat tuna netra, supaya ilmunya bisa diserap oleh seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dengan Pojok Braille itu, kata dia, perpustakaan akan semakin ramai dan hidup. Karena banyak yang berkunjung. Tidak hanya dari masyarakat umum, tetapi juga para penyandang tunanetra.
“Perpustakaan tidak hanya jadi tempat mati gitu ya, harus dikunjungi. Tapi juga bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk di dalamnya ada masyarakat tunanetra,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut Bank Indonesia Jawa Tengah juga memberikan langsung bantuan buku lewat BI Corner yang dibangun di berbagai sekolah.
Melalui program tersebut BI Jateng memberikan bantuan buku beserta komponen pendukungnya.
Kali ini bantuan BI Corner diberikan kepada SMA N 1 Magelang yang diterima langsung oleh Kepala Sekolah Ety Syarifah dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung Saltiyono Atmaji.
Rahmat menyebut BI Corner ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terutama generasi muda. Sehingga ke depan mereka menjadi generasi yang cerdas dan mampu meningkatkan kualitas pengetahuan.
“Golnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, karena nanti dari masyarakat itu akan ada calon jadi pegawai BI juga, jadi sedini mungkin kita ajak mereka untuk gemar membaca dan meningkatkan pengetahuan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW Pertuni Jateng Indra Kurniawan menyambut baik fasilitas Pojok Braille di Perpustakaan BI Jateng. Menurutnya buku yang disediakan sangat membantu meningkatkan pengetahuan teman-teman tuna netra.
“Sekarang dengan adanya Pojok Braille yang dibuat BI Jateng ini sangat membantu teman-teman netra untuk menambah literasi,” ungkapnya. (adv/kap/fth)
Editor : Agus AP