RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Generasi milenial dianggap melek digital. Gaya hidupnya tanpa disadari bisa memicu laju inflasi. Salah satunya adalah pembelian kuota atau pulsa internet.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Jateng, Berry Harahap mengatakan, sebagai generasi milenial yang melek digital diharapkan melek terhadap literasi dan inklusi keuangan.
Pihaknya mengajak generasi muda ini paham terhadap pergerakan laju inflasi yang terjadi di dalam negeri.
"Indonesia pernah mengalami hiperinflasi pada tahun 1965 mencapai 600 persen. Tahun itu, pemerintah membuat kebijakan sanering atau memotong nilai uang kertas dari Rp 1.000 menjadi Rp 100," kata Berry di Hotel MG Setos Semarang, kemarin.
Dengan mengetahui dan paham pergerakan laju inflasi diharapkan kalangan milenial bisa mengatur keuangannya. Imbasnya, generasi ini juga bisa menata pola gaya hidup yang berkaitan dengan keuangan.
Anggota Komisi XI DPR RI Alamudin Dimyati Rois mengatakan, kaum milenial perlu diberikan pemahaman tentang faktor penunjang terjadinya inflasi.
Terlebih perkembangan teknologi dan zaman semakin maju. Menuntut manusia untuk mengikutinya.
"Sekarang semua serba digital, mau belanja ataupun transaksi perbankan tidak perlu repot. Karena dengan layanan keuangan digital lebih praktis efisien dan aman," ungkapnya. (kap/fth)
Editor : Agus AP