RADARSEMARANG.ID - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar Wisuda ke-50 dengan meluluskan 1.860 mahasiswa. Wisudanya dibagi menjadi empat gelombang yang berlangsung pada 3-4 November 2026.
Rektor Unimus Prof Masrukhi mengatakan, wisuda ke-50 menjadi momen istimewa bagi kampusnya. Selain jumlah lulusan yang cukup besar, keikutsertaan mahasiswa asing asal Timor Leste yang juga di wisuda menjadi salah satu hal yang membanggakan.
"Alhamdulillah tanggal 3 dan 4 November Universitas Muhammadiyah Semarang menyelenggarakan wisuda yang ke-50. Karena jumlahnya cukup banyak yaitu 1.860, maka kita bagi dua hari dan setiap hari itu dua sesi," ujar Prof Masrukhi.
Pihaknya berharap para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang memadai, tetapi juga karakter keislaman dan keagamaan yang kuat. Bekal tersebut diharapkan mampu mengantarkan mereka menghadapi dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
"Sehingga dengan dua perpaduan antara kompetensi yang memadai dengan karakter yang baik, Insyaallah mereka siap untuk bekerja di mana pun baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Karena lulusan Unimus ini banyak juga yang bekerja di luar negeri. Sudah tentu selain juga yang banyak berwiraswasta," jelasnya.
Masrukhi menambahkan, Unimus juga menekankan penguatan kemampuan praktik melalui kegiatan laboratorium. Hal ini didukung keberadaan sejumlah fakultas yang memiliki bidang keilmuan berbasis kesehatan dan teknologi.
"Kita tentu menekankan pada kemampuan laboratorium yang bagus, karena kami ini ada empat fakultas kesehatan. Mulai Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Gigi,Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan. Lalu juga ada teknik, ada Fikomdigi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital," ungkapnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka juga harus memiliki kemampuan praktik sesuai bidang keilmuan masing-masing. Sebab itu Unimus terus melakukan pengembangan soft skill yang dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
"Soft skill ini kita binakan setiap hari melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di bidang kemahasiswaan. Baik itu leadership, kemudian juga kapasitas moral, kapasitas emosional agar mereka siap untuk menghadapi dunia kehidupan yang sebenarnya di masyarakat," tegasnya.
Di sisi lain, Unimus terus mengembangkan program pendidikan dengan menghadirkan program studi baru. Setelah sebelumnya membuka 10 program studi baru, kini kampus tersebut memperoleh Surat Keputusan (SK) pembukaan program studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
"Jadi, saat ini juga Alhamdulillah sudah lahir prodi baru, kemarin kita 10 prodi baru sudah operasional. Ini sudah turun, terbit SK program studi baru itu K3, Kesehatan dan Keselamatan Kerja," ujarnya.
Masrukhi menilai, prodi K3 ini memiliki prospek yang bagus. Sebab, kebutuhan tenaga ahli keselamatan dan kesehatan kerja saat ini semakin penting di berbagai lembaga maupun sektor pekerjaan.
"Prodi ini memang prospeknya sangat bagus karena di berbagai lembaga itu harus ada K3 ya, termasuk juga ketika perguruan tinggi akreditasi, program studi akreditasi, salah satu itemnya adalah K3," tandasnya.
Sementara, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unimus Budi Santosa melaporkan, dari total 1.860 wisudawan, sebanyak 57 merupakan lulusan program magister, 186 lulusan program profesi, 12 lulusan program spesialis, 1.203 lulusan sarjana, dan 402 lulusan diploma.
Adapun lulusan profesi terdiri atas profesi dokter, dokter gigi, bidan, dan Ners. Sedangkan lulusan spesialis berasal dari program Spesialis Keperawatan Medikal Bedah.
"Dengan bertambahnya lulusan tersebut, Unimus hingga kini telah meluluskan sebanyak 33.006 orang," ujarnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi