RADARSEMARANG.ID, Semarang - Mahasiswa bidang kesehatan tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik dan profesional. Mereka juga perlu dibekali kemampuan melihat peluang usaha, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Upaya itu dilakukan Poltekkes Kemenkes Semarang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK). Pelatihan bertajuk “Inovasi Kewirausahaan di Era Digital: Pelatihan Bisnis Online untuk Mahasiswa Keperawatan” digelar secara daring melalui Zoom Meeting, 5 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Keperawatan, Teknologi Bank Darah (TBD), dan Teknologi Laboratorium Medis (TLM).
Ketua kegiatan, Dr. M. Syamsul Arif, S.Kep., M.Kes., mengatakan kemampuan kewirausahaan penting dikembangkan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.
“Mahasiswa bidang kesehatan tidak hanya perlu memiliki kompetensi akademik dan profesional sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga perlu mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan menangkap peluang usaha di tengah pesatnya transformasi digital,” katanya.
Lebih lanjut, dalam pelatihan itu, mahasiswa dikenalkan dengan berbagai aspek bisnis digital. Mulai dari model bisnis online, riset pasar, analisis kebutuhan konsumen, pemetaan pesaing hingga penyusunan rencana bisnis.
Tidak hanya itu. Peserta juga mendapat materi mengenai strategi pemasaran melalui media sosial, optimasi mesin pencari atau search engine optimization (SEO), email marketing, serta pemanfaatan perangkat digital untuk mendukung pengelolaan usaha.
Syamsul berharap pengetahuan tersebut tidak berhenti sebagai materi pelatihan. Mahasiswa didorong untuk mulai mengembangkan ide bisnis yang dapat diterapkan secara nyata.
“Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide bisnis yang inovatif, menyusun rencana usaha yang realistis, serta memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan peluang usaha selama masa pendidikan maupun setelah lulus,” ujarnya.
Menurutnya keterampilan kewirausahaan dinilai penting. Nantinya keterampilan ini dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
"Keterampilan tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan, baik sebagai tenaga profesional kesehatan maupun sebagai wirausaha muda,” imbuhnya.
Pelaksanaan secara daring sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran pemanfaatan teknologi. Mahasiswa tidak hanya menggunakan platform digital untuk mengikuti pelatihan, tetapi juga memahami potensinya sebagai sarana membangun jejaring dan mengembangkan usaha.
“Pendekatan ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengembangkan kreativitas, membangun jejaring, dan memperluas jangkauan usaha,” jelasnya.
Program tersebut juga disiapkan untuk berlanjut setelah pelatihan. Pendampingan akan dilakukan melalui pengembangan rencana bisnis, penyempurnaan portofolio digital dan pemantauan perkembangan ide usaha mahasiswa.
Kegiatan yang diketuai Dr. M. Syamsul Arif bersama Dr. Supriadi, MN dan Ana Permatasari, S.Kep., Ners., itu menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Poltekkes Kemenkes Semarang pun berharap mahasiswa Keperawatan, TBD dan TLM mampu tumbuh sebagai generasi yang profesional sekaligus kreatif dan mandiri. Bekal kewirausahaan digital diharapkan dapat membuka peluang usaha selama kuliah maupun setelah lulus. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi