Guru Semarang Pamerkan 38 Inovasi Pembelajaran Berbasis AI

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 13:23 WIB
Para guru memamerkan inovasi pembelajaran berbasi AI, hasil pelatihan dari Tim Cyber AI Fasda Perubahan Tanoto Foundation di Pendopo BPR Arto Moro, Selasa (28/9).
Para guru memamerkan inovasi pembelajaran berbasi AI, hasil pelatihan dari Tim Cyber AI Fasda Perubahan Tanoto Foundation di Pendopo BPR Arto Moro, Selasa (28/9).

 

RADARSEMARANG.ID - Puluhan guru di Kota Semarang memamerkan hasil inovasi pembelajaran berbasis artificial intelligence (AI). Karya tersebut dibuat setelah para guru mendapat pelatihan dan pendampingan dari Tim Cyber AI Fasda Perubahan Tanoto Foundation.

Beragam media pembelajaran interaktif dihasilkan. Di antaranya Petualangan Misteri Pecahan, Petualangan Bilangan di Hutan Rimba Mahakam, Detektif Siklus Hidup Hewan, serta sejumlah karya lainnya. Menariknya karya ini bisa digunakan melalui papan interaktif digital (PID) untuk pembelajaran di sekolah. Selain itu juga bisa diakses melalui gawai masing-masing siswa. Gelar karya digelar di Pendopo BPR Arto Moro, Selasa (29/9). 

Para guru tampil berkelompok untuk menjelaskan karya masing-masing secara bergantian di hadapan guru lain dan perwakilan BBGTK. Mereka juga memperagakan cara kerja media yang dibuat serta penerapannya dalam pembelajaran.

Ketua Tim Cyber AI Fasda Perubahan Tanoto Foundation Rohmadi Purnomo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian pelatihan dan pendampingan yang dimulai sejak Juli.

"Kegiatan ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan pelatihan PINTAR atau Pembelajaran Interaktif dengan Artificial Intelligence di Rang Kelas. Jadi, kegiatan ini adalah kegiatan gelar karya atau pameran karya hasil dari kegiatan pelatihan dan juga pendampingan yang dilakukan oleh tim Cyber AI," kata Rohmadi.

Ia menjelaskan selah mendapat pelatihan, para guru menerapkan media tersebut di kelas masing-masing. Media dibuat dalam bentuk aplikasi web interaktif yang dapat diakses melalui perangkat digital. Guru juga membuat lembar literasi yang dilengkapi QR code untuk menghubungkan siswa dengan media pembelajaran.

"Semua mapel bisa diterapkan. Semua (jenjang) kelas juga bisa diterapkan," jelasnya.

Pembelajaran tidak hanya berisi materi. Guru juga dapat memasukkan permainan dan aktivitas interaktif sehingga siswa lebih aktif selama proses belajar. 

Ia menjelaskan ada 30 guru mendapat yang pelatihan. Masing-masing guru harus memiliki satu output inovasi pembelajaran. Kendati demikian dalam pameran tersebut ada 38 karya, sisanya merupakan inovasi dari mahasiswa PPL yang turut mendapat pelatihan.

"Satu guru satu output media pembelajaran," katanya.

Project Management Unit Tanoto Foundation Fitria Hima Mahligai mengatakan, gelar karya menjadi ruang bagi guru untuk menunjukkan hasil pelatihan sekaligus berbagi praktik pembelajaran.

"Pameran ini hasil karya dari pelatihan guru-guru yang dilatih oleh tim Cyber AI Kota Semarang," ungkapnya.

Selanjutnya, Tim Cyber AI akan melihat penerapan media tersebut di sekolah. Pendampingan dan pemberian feedback dilakukan agar karya yang dibuat dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan guru dan siswa.

"Tindak lanjut dari kegiatan setelah ini, tim Cyber AI Kota Semarang itu akan melihat implementasi di sekolah. Mereka akan memberikan pendampingan, memberikan feedback bagaimana produk yang dipamerkan hari ini itu digunakan di dalam kelas bersama anak-anak. Peran Tanoto Foundation di sini, kami memberikan pendampingan dalam bentuk asistensi teknis bagaimana supaya setiap program pelatihan itu bisa berjalan dengan efektif, kemudian bagaimana tim Cyber AI supaya bisa melakukan pendampingan yang efektif bagi guru-guru," ujarnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
Tim Cyber AI Artificial Intelligence (AI) KOTA SEMARANG Inovasi Pembelajaran tanoto foundation