MTQ Nasional XXXI Ditutup, Taj Yasin: Pembinaan Al-Qur’an Harus Berjalan Sepanjang Waktu

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 07:13 WIB

 

 
Ketua LPTQ Jawa Tengah, Taj Yasin saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Sabtu (19/9) malam. (FIGUR RONGGO WASSALIM)
Ketua LPTQ Jawa Tengah, Taj Yasin saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Sabtu (19/9) malam. (FIGUR RONGGO WASSALIM)
 
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ribuan kafilah telah menuntaskan persaingan di MTQ Nasional XXXI 2026. Namun, pekerjaan membumikan Al-Qur’an belum selesai. Ketua LPTQ Jawa Tengah Taj Yasin Maemun menegaskan, pembinaan harus terus berjalan setelah gelaran yang diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi itu berakhir.
 
Pesan tersebut disampaikan Taj Yasin saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Sabtu (19/9) malam. Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
 
“Pembinaan harus berjalan sepanjang waktu. Melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan pendidikan Al-Qur’an,” kata Taj Yasin.
 
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan marwah MTQ. Sistem perhakiman dan penilaian harus terus diperkuat dengan mengedepankan profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Berbagai evaluasi selama pelaksanaan menjadi bahan penyempurnaan untuk gelaran berikutnya.
 
Jawa Tengah, lanjut Taj Yasin, terus mendorong lahirnya para penghafal Al-Qur’an. Pemprov Jateng memberikan bisyarah Rp1 juta bagi santri maupun masyarakat yang menuntaskan hafalan 30 juz di Jawa Tengah. Pada 2025, tercatat 1.041 penerima. Tahun ini disiapkan anggaran Rp2 miliar untuk 2.000 penghafal.
 
“Alhamdulillah sampai hari ini sudah lebih dari seribu yang menghafalkan dan mengkhatamkan Al-Qur’an di Bumi Jawa Tengah,” ujarnya.
 
Semangat pembinaan itu juga terlihat dari kiprah kafilah Jateng. Sebanyak 67 peserta dikirim melalui proses seleksi berjenjang dari kabupaten/kota hingga tingkat provinsi. Hasilnya, 30 peserta berhasil menembus babak final. Taj Yasin mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang telah membawa nama Jawa Tengah.
 
Skala MTQ XXXI juga tidak hanya terlihat dari arena perlombaan. Sebanyak 2.242 peserta bertanding di 12 arena, delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori. Seluruh rangkaian musabaqah dilaporkan berjalan lancar dan tertib.
 
Di luar kompetisi, berbagai kegiatan turut digelar untuk memperluas syiar Al-Qur’an. Mulai seminar internasional, muzakarah ilmiah, pameran mushaf dan manuskrip Al-Qur’an, hingga eksibisi tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara. MTQ pun didorong semakin inklusif.
 
Antusiasme masyarakat bahkan telah terlihat sejak rangkaian taaruf hingga pembukaan. Salah satunya melalui pemecahan rekor MURI Mars MTQ yang diikuti 288.262 peserta secara hibrid. Kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah.
 
Di balik kemeriahan itu, Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja selama pelaksanaan. Sebanyak 6.350 personel pengamanan dan 306 tenaga kesehatan turut dikerahkan. Dukungan juga datang dari pemerintah daerah, TNI-Polri, perguruan tinggi, PHRI, pelaku usaha, media, sponsor, hingga masyarakat.
 
Ia sekaligus meminta maaf apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan, termasuk terkait lalu lintas dan parkir. Setelah rangkaian MTQ berakhir, Taj Yasin berharap para kafilah membawa pulang bukan hanya prestasi, tetapi juga pengalaman dan persaudaraan.
 
“Para kafilah datang ke Jawa Tengah bahagia, pulang tertawa,” ujarnya.
 
MTQ Nasional XXXI pun berakhir di Kota Semarang. Estafet tuan rumah selanjutnya diberikan kepada DKI Jakarta untuk MTQ Nasional XXXII 2027. Taj Yasin memastikan Jawa Tengah siap memberikan dukungan dan berbagi pengalaman demi penyelenggaraan yang lebih baik.
 
Sebab, baginya, semangat MTQ tidak berhenti ketika lampu arena dipadamkan. Pembinaan, kaderisasi, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an harus terus hidup di tengah masyarakat. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi
mtq nasional 2026 LPTQ Jateng semarang DKI Jakarta JAWA TENGAH