RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bangunan di Indonesia tak cukup sekadar berdiri kokoh. Ancaman gempa dan perubahan iklim makin nyata. Konstruksi pun dituntut lebih tangguh dan adaptif menghadapi bencana.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Ir Dody Hanggodo MPE menyampaikan hal itu saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-5 Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) di Kampus 2 PUtech, Sabtu (19/9).
Sebanyak 230 lulusan resmi menyandang gelar Ahli Madya Teknik. Mereka berasal dari tiga program studi.
Dody menegaskan, Indonesia berada di kawasan Ring of Fire. Risiko gempa pun tinggi. Karena itu, kualitas dan resiliensi bangunan harus terus diperkuat.
Perubahan iklim juga memengaruhi pembangunan. Teknologi konstruksi harus terus dikembangkan untuk menyesuaikan kondisi tersebut.
"Kualitas bangunan dan resiliensinya harus terus dijaga. Kita harus terus mengembangkan teknologi agar mampu mengikuti kondisi tersebut," ujarnya.
Dody meminta lulusan tidak berhenti belajar. Kemampuan teknis harus dibarengi integritas dan akuntabilitas. Keduanya menjadi bekal saat memasuki dunia kerja.
Ia juga berpesan agar lulusan tetap mendoakan orang tua. “Itu bekal penting memasuki dunia karier, industri, maupun dunia usaha,” tandasnya.
Hal itu sejalan dengan pola pendidikan PUtech. Mahasiswa mendapat porsi 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Mereka menjalani magang atau kerja praktik selama enam bulan. Sertifikasi kompetensi juga menjadi bagian pendidikan.
Tahun ini, 72 lulusan berasal dari Teknologi Konstruksi Bangunan Air. Sebanyak 82 dari Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan. Sisanya, 76 dari Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung.
Bekal praktik itu mulai terserap industri. Direktur PUtech Ir Brawijaya SE MEngIE MSCE PhD IPU ASEAN Eng menyebut 64 wisudawan telah bekerja atau diterima bekerja.
Sebanyak 42 persen berada di bidang Sumber Daya Air. Kemudian 17 persen di Jalan dan Jembatan. Sebanyak 12 persen di Bangunan Gedung.
Sementara 57 lulusan masih mengikuti seleksi di sejumlah kontraktor BUMN. "Percaya diri, tetap rendah hati, jaga integritas, dan gunakan ilmu untuk berkarya bagi masyarakat, bangsa, dan negara," pesannya.
Penyerapan juga didukung career center PUtech. Layanan ini menghubungkan lulusan dengan dunia kerja.
Wakil Direktur II PUtech Ir Iriandi Azwartika Sp-1 menyebut sekitar 47 persen lulusan tahun ini sudah bekerja dalam tiga bulan pertama. Angkanya naik menjadi lebih dari 60 hingga 70 persen setelah enam bulan.
Pengalaman magang turut membuka peluang. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan industri dan membangun jejaring kerja. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi