RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus memperkuat strategi menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. Memasuki tahun akademik 2026/2027, sebanyak 9.325 mahasiswa baru disiapkan melalui pendidikan yang memadukan standar internasional dengan nilai-nilai Islam.
Salah satu penguatan dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang mengacu pada standar pendidikan tinggi Eropa. Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH mengatakan, kurikulum tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing global.
"Kurikulumnya standar Eropa. Kita memilih yang Jerman dan Eropa, yang hampir setara dengan standar di Amerika, standar di Australia, dan lebih tinggi dari standar-standar di benua Asia," kata Prof Gunarto saat pembukaan Pekan Taaruf Unissula, Selasa (8/9).
Menurut dia, standar pendidikan tinggi Jerman menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan kurikulum Unissula. Langkah tersebut diharapkan membuat kompetensi lulusan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global.
Prof Gunarto memaparkan, terdapat 10 keunggulan yang menjadi kekuatan Unissula dalam menyiapkan generasi berdaya saing global.
Pertama, Unissula telah mengantongi Akreditasi Institusi Unggul dari BAN-PT sejak 2022. Selain itu, sebanyak 53 program studi (prodi) saat ini sedang dalam proses memperoleh akreditasi internasional dari ACQUIN yang berbasis di Jerman.
Kedua, kekuatan sumber daya manusia (SDM) dosen. Unissula memiliki 109 dosen bergelar profesor dan 333 dosen bergelar doktor. Jumlah tersebut menjadi salah satu modal utama dalam mendukung kualitas proses pembelajaran.
Ketiga, dari sisi penerimaan mahasiswa baru, Unissula mencatatkan 9.325 mahasiswa baru dari jenjang D3, S1, pascasarjana, spesialis hingga profesi. Jumlah tersebut diklaim menjadi yang terbanyak di antara PTS di Jawa Tengah.
Keempat, Unissula mengintegrasikan sains dan agama dalam proses pendidikan. Penguasaan ilmu pengetahuan dipadukan dengan nilai-nilai Islam untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter sebagai khaira ummah.
Kelima, kiprah Unissula juga tercermin dalam berbagai pemeringkatan perguruan tinggi. Unissula tercatat berada di peringkat 401 dunia versi Webometrics, peringkat 95 Asia versi AppliedHE, serta PTS peringkat empat nasional dan peringkat satu di Jawa Tengah versi AppliedHE. Unissula juga menjadi PTS peringkat satu di Jawa Tengah versi UI GreenMetric.
Keenam, Unissula mengusung konsep kampus birrul walidain dan takrimul aulad. Mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga diajarkan untuk berbakti kepada orang tua serta mendapatkan penghormatan dan pendampingan dalam seluruh proses pendidikan.
Ketujuh, Unissula menjadi salah satu pilihan mahasiswa asing. Dalam empat tahun terakhir, tercatat 98 mahasiswa asing menempuh pendidikan di Unissula. Kondisi tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses kampus terhadap mahasiswa dari berbagai negara.
Kedelapan, mahasiswa Unissula juga aktif mencatat prestasi di tingkat internasional. Sepanjang 2026, sebanyak 26 mahasiswa telah menorehkan prestasi internasional. Capaian tersebut sekaligus memperkuat tradisi prestasi mahasiswa Unissula di berbagai bidang.
Kesembilan, Unissula memiliki jejaring kerja sama global dengan sejumlah perguruan tinggi dunia. Di antaranya Rotterdam University di Belanda dan Dongseo University di Korea Selatan. Kerja sama tersebut membuka peluang mahasiswa mengikuti program student exchange hingga dual degree di luar negeri.
Kesepuluh, lulusan Unissula dinilai memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Rata-rata lulusan disebut mampu memperoleh pekerjaan kurang dari tiga bulan setelah diwisuda.
“Jadi, kita ingin mahasiswa Unissula tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan untuk berkompetisi di tingkat global,” tegas Prof Gunarto.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Unissula menargetkan proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Kampus juga mendorong mahasiswa memiliki pengalaman internasional, karakter Islami, serta kesiapan memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi