Dari Undip ke Tiongkok dan Jepang, Perjalanan Ghifar Meraih Pengalaman Global

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:31 WIB
Penerima Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation Ghifar Abdurrauf Warsito.
Penerima Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation Ghifar Abdurrauf Warsito.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dalam kurun kurang dari satu tahun, Ghifar Abdurrauf Warsito menimba pengalaman di dua negara. Mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro (Undip) itu menjalani magang di perusahaan manufaktur alat berat di Tiongkok, kemudian mengikuti program riset energi terbarukan di Jepang.

Bagi Ghifar, pengalaman internasional tersebut bukan semata perjalanan akademik. Kesempatan itu menjadi bagian dari proses panjangnya untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kepemimpinan, sekaligus mempersiapkan masa depan.

Perjalanan tersebut bermula ketika pemuda asal Lampung itu menerima Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation pada 2024. Sejak awal kuliah, Ghifar memang mencari program beasiswa yang tidak hanya memberikan dukungan biaya pendidikan.

“Sejak awal kuliah, saya mencari beasiswa yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan diri. Kesempatan itu saya temukan melalui Beasiswa TELADAN,” kata Ghifar.

Melalui program tersebut, Ghifar mengikuti sejumlah pelatihan pengembangan kepemimpinan. Salah satunya Lead Self, yang membantunya memahami karakter, kekuatan, serta potensi yang dimilikinya.

Proses itu kemudian mendorongnya mengambil keputusan yang semula terasa besar, yakni mencalonkan diri sebagai Ketua Tanoto Scholars Association (TSA) Undip.

TSA merupakan wadah bagi para Tanoto Scholars di perguruan tinggi mitra untuk mengembangkan kepemimpinan, membangun kolaborasi, serta menjalankan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat melalui semangat Pay It Forward.

“Saya mencoba mendalami potensi diri dan bertanya, apakah saya cocok memimpin sebuah organisasi?” ujarnya.

Ghifar akhirnya terpilih sebagai Ketua TSA Undip untuk kepengurusan 2026. Posisi tersebut memberinya kesempatan untuk belajar mengelola organisasi, bekerja bersama tim, sekaligus memastikan kegiatan yang dirancang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu program yang dijalankannya adalah pengembangan Bank Sampah Eco Lestari di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara. Bersama timnya, Ghifar berupaya mengaktifkan kembali kegiatan bank sampah sekaligus membangun sistem pengelolaan yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Kami tidak hanya ingin mengaktifkan kembali pengelolaan sampah, tetapi juga membangun sistem yang berkelanjutan. Kami menyusun strategi agar bank sampah ini dapat bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Pengalaman Ghifar kemudian berkembang melampaui kegiatan kampus dan sosial. Pada Desember 2025 hingga Januari 2026, ia menjalani magang selama sekitar dua bulan di Guangxi Liugong Machinery Company Ltd., Tiongkok.

Di perusahaan manufaktur alat berat tersebut, Ghifar bertugas sebagai analis sistem informasi. Ia menganalisis dan mengaudit 37 unit terdaftar, menemukan kesalahan registrasi, serta menyusun rekomendasi untuk memperbaiki sistem.

Magang itu memberinya kesempatan untuk melihat secara langsung proses kerja di industri internasional. Ia juga harus beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya yang berbeda.

“Banyak hal selama magang yang membentuk diri saya menjadi lebih baik. Kesempatan memperoleh pengalaman internasional di Tiongkok menjadi salah satu pencapaian penting selama perkuliahan,” katanya.

Beberapa bulan kemudian, pengalaman internasional Ghifar berlanjut ke Jepang. Pada Juli hingga Agustus 2026, ia mengikuti program magang riset di Matsumoto Laboratory, The University of Kitakyushu.

Selama sekitar satu setengah bulan, Ghifar mempelajari dampak sosial dari penerapan energi terbarukan. Riset tersebut juga berkaitan dengan persiapannya dalam mengembangkan tugas akhir.

Di Jepang, ia tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga membangun jejaring dengan mahasiswa, akademisi, dan profesor. Pengalaman itu semakin menguatkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

“Pengalaman internasional membuka wawasan saya untuk melanjutkan studi magister di luar negeri. Saat ini, saya sedang meningkatkan kemampuan akademik serta mempersiapkan bahasa Inggris dan bahasa Prancis,” ujarnya.

Menurut Ghifar, berbagai kesempatan yang diperolehnya tidak datang begitu saja. Keberanian untuk mencoba, kemauan mengembangkan diri, serta kemampuan membangun relasi menjadi bagian penting dalam perjalanannya.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru untuk tidak ragu mengambil kesempatan sejak awal perkuliahan.

“Jangan patah semangat dan jangan takut mengambil langkah besar. Aktiflah mengikuti kegiatan, perbanyak kenalan di kampus, serta bangun relasi yang baik dengan dosen dan tenaga kependidikan karena hal itu sangat membantu,” pesannya.

Perjalanan Ghifar menunjukkan bahwa beasiswa tidak hanya membuka akses terhadap bantuan pendidikan. Program yang disertai pengembangan kepemimpinan, kegiatan sosial, jejaring, dan berbagai kesempatan pengembangan diri juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali potensi serta menentukan arah masa depannya.

Beasiswa TELADAN merupakan salah satu program Tanoto Foundation yang mendukung pengembangan generasi muda Indonesia agar tumbuh menjadi pemimpin yang berkarakter, memiliki tujuan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pendaftaran Beasiswa TELADAN Angkatan 2027 terbuka hingga 7 September 2026 bagi mahasiswa semester pertama program sarjana di 10 perguruan tinggi mitra, yakni IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Mulawarman, Universitas Riau, dan Universitas Sumatera Utara.

Mahasiswa yang ingin mengetahui persyaratan, tahapan seleksi, sekaligus melakukan pendaftaran dapat mengunjungi bit.ly/JadiTELADAN2027 atau Instagram @tanotoeducation. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
Tanoto Scholars Gathering Beasiswa Teladan Universitas Diponegoro Perguruan Tinggi tanoto foundation