RADARSEMARANG.ID, SEMARANG — Universitas Karya Husada (UNKAHA) Semarang melaksanakan Program
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat melalui inovasi Smart Nifas Care (SmartNiC), sebuah program pendampingan digital yang bertujuan meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam mendeteksi dini masalah laktasi dan infeksi masa nifas.
Kegiatan yang dilaksanakan di RW 11 Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang, bekerja sama dengan Puskesmas Kedungmundu ini diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai mitra tenaga kesehatan dalam memberikan pendampingan kepada ibu nifas di tingkat
komunitas sehingga berbagai masalah kesehatan dapat dikenali lebih cepat dan ditindaklanjuti secara tepat.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai permasalahan pada masa nifas, seperti kesulitan menyusui, bendungan ASI, puting lecet, mastitis, hingga infeksi masa nifas yang dapat mengganggu proses pemulihan ibu setelah melahirkan. Di sisi lain, keterbatasan frekuensi kunjungan tenaga kesehatan menyebabkan tidak semua ibu nifas memperoleh pendampingan secara optimal. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Melalui SmartNiC, tim dosen UNKAHA menghadirkan inovasi berupa sistem pendampingan digital yang dirancang sederhana, praktis, dan mudah digunakan oleh kader.
SmartNiC tidak hanya menyediakan materi edukasi mengenai perawatan masa nifas, pencegahan infeksi, dan manajemen laktasi, tetapi juga dilengkapi dengan Symptom Checker berbasis skoring risiko yang membantu kader melakukan skrining awal terhadap kondisi ibu nifas selama kunjungan rumah.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Bd. Dewi Mayangsari, S.Si.T., M.Kes., M.Keb., menjelaskan bahwa SmartNiC dikembangkan sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital yang mudah diakses.
Adapun anggota Tim Pengabdian Masyarakat Khairul Huda, S.Kom, M.Kom selaku Anggota I, Bd. Anita Indra Afriani., S.ST, M.Kes selaku Anggota II dan Mahasiswa semester VI Prodi Sarjana Kebidanan yang ikut berperan aktif dalam kegiatan antara lain Siti Fatimah, Hera Karomah, Putri Nurvitasari, Riska Ummi Kholifah, dan Ayu Arum Sukma.
"SmartNiC kami rancang sebagai alat bantu bagi kader kesehatan agar mampu melakukan deteksi dini secara lebih sistematis.
Dengan demikian, apabila ditemukan tanda bahaya atau risiko masalah laktasi maupun infeksi masa nifas, kader dapat segera memberikan edukasi awal sekaligus berkoordinasi dengan bidan atau puskesmas untuk penanganan lebih lanjut," ujar Ketua Tim.Pelaksanaan program diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) (24/06/2026) bersama
Puskesmas Kedungmundu, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat guna mengidentifikasi kebutuhan di lapangan sekaligus menyusun strategi implementasi SmartNiC yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Kepala Puskesmas Kedungmundu dr. Gita Nur Fitriandari menyambut baik pelaksanaan program SmartNiC karena dinilai dapat memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu di tingkat komunitas. Menurutnya, keterlibatan kader yang dibekali pengetahuan dan teknologi digital akan membantu tenaga kesehatan dalam memantau kondisi ibu nifas secara lebih berkesinambungan.
"Kader merupakan perpanjangan tangan tenaga kesehatan di masyarakat. Dengan adanya SmartNiC, proses edukasi dan deteksi dini dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga apabila ditemukan tanda bahaya, penanganan dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.
Pelatihan kader dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) di Gedung A Universitas Karya Husada Semarang dan diikuti oleh 25 kader kesehatan dari RW 11 Kelurahan Sendangmulyo.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi mengenai perubahan fisiologis masa nifas, manajemen laktasi, pencegahan infeksi masa nifas, pengenalan tanda bahaya, teknik komunikasi dan edukasi kesehatan, serta praktik penggunaan aplikasi SmartNiC.
Pelatihan Kader dihadiri oleh Bidan Koordiator Puskesmas Kedungmundu Bidan Longgar dan Narasumber expert departemen Mas Nifas oleh Bd. Ardhita Listya Fitriani.,M.Tr.Keb.
Pelatihan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, diskusi kelompok, simulasi kasus, dan role play sehingga peserta dapat memahami penerapan aplikasi dalam situasi nyata.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kader untuk melakukan praktik secara langsung melalui simulasi kasus (role play).
Dalam kegiatan tersebut, peserta dilatih melakukan wawancara, mengidentifikasi tanda dan gejala yang dialami ibu nifas, mengoperasikan fitur Symptom Checker, menginterpretasikan hasil skoring risiko, memberikan edukasi yang sesuai, serta menentukan kapan seorang ibu perlu dirujuk ke bidan atau fasilitas pelayanan kesehatan.Salah seorang kader peserta pelatihan mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
Selain memahami cara mengenali masalah laktasi dan infeksi masa nifas, kader juga merasa lebih percaya diri menggunakan aplikasi SmartNiC sebagai panduan saat melakukan kunjungan kepada ibu nifas.
"Kami jadi lebih mudah memahami tanda-tanda yang harus diperhatikan pada ibu nifas. Aplikasi ini juga membantu kami menentukan langkah yang tepat, apakah cukup memberikan edukasi atau harus segera menghubungi bidan," ungkapnya.
Setelah pelatihan selesai, (25/07/2026) para kader selanjutnya melakukan pendampingan kepada ibu nifas di wilayah RW 11 Kelurahan Sendangmulyo dengan memanfaatkan SmartNiC sebagai media skrining, edukasi, dan pemantauan kondisi kesehatan ibu.
Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar bagi kader untuk menentukan langkah tindak lanjut, termasuk memberikan edukasi mandiri maupun melakukan rujukan kepada bidan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
SmartNiC sebagai media pendampingan digital, dirancang dengan berbagai fitur yang memudahkan kader dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Aplikasi ini menyediakan materi edukasi berbasis bukti, video pembelajaran, Symptom Checker untuk mendeteksi dini risiko masalah laktasi dan infeksi masa nifas, sistem skoring risiko, panduan tindak lanjut, serta media dokumentasi hasil kunjungan kader.
Dengan fitur tersebut, proses pendampingan menjadi lebih sistematis, terstandar, dan terdokumentasi dengan baik.
Melalui SmartNiC, diharapkan kader kesehatan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi kesehatan, tetapi juga menjadi mitra strategis tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini masalah laktasi dan infeksi masa nifas.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi antara Universitas Karya Husada Semarang, Puskesmas Kedungmundu, Pemerintah Kelurahan Sendangmulyo, pengurus RW 11, serta kader kesehatan sebagai mitra utama dalam pemberdayaan masyarakat.
Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun sistem pendampingan ibu nifas yang berkesinambungan dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara UNKAHA Semarang, Puskesmas Kedungmundu, kader kesehatan, serta pemerintah setempat diharapkan mampu menciptakan model pendampingan ibu nifas berbasis komunitas yang lebih efektif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Program ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer melalui pemberdayaan masyarakat.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat ini, tim PKM UNKAHA juga menghasilkan sejumlah luaran, antara lain aplikasi SmartNiC sebagai media pendampingan digital, modul pelatihan kader, video edukasi mengenai masalah laktasi dan infeksi masa nifas, instrumen
Symptom Checker berbasis skoring risiko, serta peningkatan kompetensi kader dalam melakukan deteksi dini dan edukasi kesehatan kepada ibu nifas.
Ke depan, SmartNiC diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai model inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis digital.
Dengan meningkatnya kapasitas kader kesehatan, deteksi dini terhadap masalah laktasi dan infeksi masa nifas dapat dilakukan lebih cepat sehingga ibu memperoleh edukasi, pendampingan, dan rujukan yang tepat waktu.
Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Karya Husada Semarang dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan kesehatan ibu dan bayi, serta percepatan pencapaian tujuan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Ketua Tim PKM menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari keberlanjutan pendampingan yang dilakukan kader di masyarakat.
Oleh karena itu, tim akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi SmartNiC selama masa pendampingan agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh ibu nifas dan keluarganya.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bagian dari hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Melalui dukungan tersebut, Universitas Karya Husada Semarang terus berkomitmen menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan memadukan pemberdayaan kader, kolaborasi lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi digital, SmartNiC diharapkan menjadi model pendampingan ibu nifas berbasis komunitas yang dapat diadopsi di berbagai daerah. Inovasi ini merupakan langkah nyata Universitas Karya
Husada Semarang dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer, memperkuat kapasitas masyarakat, serta berkontribusi pada upaya penurunan komplikasi masa nifas dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi di Indonesia. (wan)
Editor : Tasropi