RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Universitas Karya Husada Semarang meluncurkan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Implementasi E-health Education berbasis Peer Group Support" di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Meteseh, Semarang, yang berlangsung sejak Mei hingga Juli 2026.
Program yang berhasil didanai melalui Hibah PKM Kemendiktisaintek 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia ini berfokus pada peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi remaja sebagai langkah preventif memutus rantai kejadian stunting.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya kasus stunting yang diakibatkan oleh minimnya pengetahuan pencegahan sejak dini pada fase remaja sebagai calon orang tua masa depan.
Dipimpin oleh Ns. Witri Hastuti, M.Kep, bersama tim dosen Retno Apriliyanti, M.Pd, dan Ns. Widiyaningsih, MAN., Ph.D serta keterlibatan aktif mahasiswa, program ini dirancang untuk membekali para santri agar berdaya menjadi agen perubahan (agent of change) serta pendamping sebaya (peer-support) yang tepercaya di lingkungannya.
Selama tiga bulan pelaksanaan, para santri dibekali beragam kegiatan komprehensif, mulai dari edukasi kesehatan reproduksi remaja, workshop penatalaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berbasis pesantren, hingga pelatihan komunikasi efektif.
Tidak hanya mendapatkan teori, para santri edukator juga dilatih secara langsung untuk membuat konten edukasi digital yang informatif dan menarik guna menyebarkan literasi kesehatan melalui platform media sosial.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah, Meteseh, Semarang M. Rais Ribha Rifqi Hakim, M. Sos., program ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi para santri, di mana mereka kini tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki tingkat literasi kesehatan dan digital yang tinggi.
Ucapakan terimakasih disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI atas dukungan pendanaan yang telah diberikan, sehingga upaya pembentukan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat terwujud secara optimal. (RA)
Editor : Tasropi