Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Wagub Jateng Bakal Evaluasi SPMB  yang Sempat Error

Khafifah Arini Putri • Jumat, 19 Juni 2026 | 20:11 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.

 

RADARSEMARANG.ID - Laman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah diduga sempat mengalami blackout atau gangguan server jelang penutupan pendaftaran.  

Kondisi ini membuat calon murid baru (CMB) dan orang tua murid kesulitan mengakses sistem. Bahkan ada CMB yang sampai gagal mendaftar ke sekolah negeri.

Salah satunya dialami seorang siswi asal Kudus. Ia gagal mendaftar ke SMA negeri setelah terjadi miskomunikasi dengan operator sekolah saat proses verifikasi.

Kondisi itu diperparah dengan gangguan sistem yang membuat proses pendaftaran tidak dapat diselesaikan hingga batas waktu berakhir.  

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi dan menelusuri penyebab gangguan sistem tersebut. Ia juga menegaskan tidak ada unsur kecurangan dalam proses penerimaan murid baru.

Baca Juga: Tak Lolos Seleksi Utama SPMB? Jalur Cadangan Bisa Jadi Tiket Terakhir ke Sekolah Negeri

"Kita evaluasi, tadi siang juga saya mendapatkan informasi tersebut bahwa kemarin itu ada error di sistem, sehingga ini tetap, saya yakin, saya pastikan bahwa itu tidak akan ada kecurangan," kata Taj Yasin usai Rakor MBG di Gedung A Lantai 2, akantir Gubernur Jateng, Jumat (19/6).

Menurutnya, masyarakat yang merasa dirugikan akibat gangguan sistem masih dapat menyampaikan aduan kepada pemerintah provinsi.

Nantinya laporan itu akan menjadi bahan pengecekan lebih lanjut bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah.

"Saya pastikan aduan masyarakat yang melihat terakhir silakan di adukan kepada kami karena saya sendiri tidak mengetahui data secara langsung ya, di real time waktu itu," katanya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu data akhir dari Dinas Pendidikan sebelum sistem mengalami gangguan. Data tersebut akan digunakan untuk memastikan posisi dan status pendaftaran para calon murid yang terdampak.

"Saat ini juga saya baru mengkonfirmasi ke Dinas Pendidikan untuk mengirim data-data akhir sebelum aplikasi itu (error) ya. Nanti kita akan kasih tahu," bebernya.

Terkait adanya orang tua yang mengaku gagal mendaftarkan anaknya akibat sistem bermasalah, Taj Yasin meminta agar mereka menyampaikan nomor urut atau posisi pendaftaran yang masih diingat. Data tersebut akan dicocokkan dengan catatan yang dimiliki Dinas Pendidikan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Jateng, Wujudkan Mimpi Siswa Tak Mampu Merubah Masa Depan

Ia menambahkan, pemerintah akan menelusuri apakah pendaftaran CMB itu memang sudah masuk dalam antrean sistem sebelum terjadi gangguan.

"Ada urutan pendaftaran (untuk CMB). Disampaikan, saya cek ke dinas pendidikan supaya nanti kejelasannya pasti,"  katanya.

Saat disinggung mengenai kasus siswi asal Kudus yang gagal masuk sekolah negeri karena proses verifikasi terhambat saat sistem mengalami erorr, Taj Yasin mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penelusuran. Begitu pula pada CMB yang gagal mendaftar sekolah negeri akibat sistem yang bermasalah.

"Ya nanti makanya ini, kita selidikin dulu ya. Jadi selidikin dulu. Pastikan pendaftaran itu sesuai dengan urutan," tegasnya.

Menurutnya urutan pendaftaran yang masih diingat orang tua akan menjadi dasar pengecekan terhadap data yang tersimpan di sistem Dinas Pendidikan.

"Urutan itulah yang diingat orang tua sampaikan kepada kami, kita cek di Dinas Pendidikan, sistemnya bagaimana?," akunya.

Adapun mengenai kemungkinan pemberian kesempatan bagi calon murid yang gagal mendaftar akibat gangguan sistem untuk tetap memperoleh kursi di sekolah negeri. Taj Yasin belum dapat memberikan kepastian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menunggu hasil verifikasi dan laporan resmi dari Dinas Pendidikan.

"Saya menunggu informasi dulu. Nanti kalau informasinya itu sudah selesai, baru nanti saya statement ya," pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Sistem Penerimaan Murid Baru #JAWA TENGAH #SMA negeri