RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Negeri Semarang (Unnes) menegaskan tekadnya menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Komitmen itu ditegaskan dalam peringatan Dies Natalis ke-61 yang mengusung tema "Unnes Bergerak, Berdampak".
Peringatan hari jadi tersebut dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof Rachmat Pambudy. Pada kesempatan ini, ia menyampaikan orasi ilmiah mengenai arah pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai penghasil inovasi dan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab tantangan masa depan.
Baca Juga: Hoaks CPNS 2026 Kembali Muncul, BKN Minta Masyarakat Waspada
"Unnes telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mempersiapkan generasi unggul dan menghasilkan berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Karena itu, UNNES harus menjadi bagian dari kompas pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," kata Rachmat, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Rektor Unnes Prof. Martono mengatakan tema "Unnes Bergerak, Berdampak" mencerminkan orientasi baru perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga memastikan hasil pendidikan, riset, dan pengabdian benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Pada usia ke-61, lanjutnya, Unnes mencatat sejumlah capaian penting. Hingga 2026, kampus tersebut memiliki 125 program studi, dengan 87 program studi berakreditasi Unggul atau A, serta 26 program studi yang telah memperoleh akreditasi internasional.
Prestasi di bidang riset juga terus meningkat. Hingga awal 2026, Unnes memiliki 17 jurnal terindeks Scopus, sementara jumlah publikasi Scopus sepanjang 2025 mencapai 735 dokumen. Capaian ini menjadikannya salah satu perguruan tinggi dengan produktivitas publikasi ilmiah yang tinggi di Indonesia.
Pengakuan internasional terhadap kualitas Unnes juga terus menguat. Dalam QS University Rankings Asia, Unnes menempati peringkat 901-950. Pada QS World University Rankings Sustainability, Unnes berada pada kelompok peringkat 1001-1020 dunia. Sementara untuk bidang Education and Training, UNNES berada di peringkat 401-450 dunia berdasarkan QS World University Rankings by Subject.
Adapun berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE), kampus yang berpusat di Gunungpati ini masuk kelompok 301-400 dunia untuk bidang hukum, 601-800 untuk bidang pendidikan, dan 1001+ dunia untuk bidang ilmu sosial.
"Terima kasih atas kerja keras dan kerja cerdas yang telah mengantarkan Unnes meraih banyak di tahun 2025 dan 2026 ini. Alhamdulillah Unnes terus berkembang, memperkuat riset, dan inovasi," ucapnya.
Meski telah meraih berbagai capaian, Prof. Martono mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi. Di antaranya dalam meningkatkan reputasi internasional, memperkuat hilirisasi riset dan inovasi, mengembangkan kepeloporan pendidikan, serta membangun kemandirian finansial sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum.
Menghadapi tantangan itu, Unnes telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari percepatan hilirisasi riset dan inovasi, penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran yang Berkelanjutan dan Berdampak (OBSIC), peningkatan kemandirian finansial, hingga penguatan kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
Pada kesempatan ini, Unnes juga memberikan Upakarti Dharmakarya Pranata Bhuana kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. atas kontribusinya dalam mengawal pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Unnes juga meluncurkan Aplikasi Dashboard SDGs Universitas Negeri Semarang sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi