RADARSEMARANG.ID, Semarang - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang menggelar kampanye bertema “Next Gen Leader” bersama Karang Taruna RW 03 Lamper Lor, Semarang, pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Komunikasi Gender yang bertujuan membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya kesetaraan gender dalam kepemimpinan organisasi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua RW 03 Lamper Lor, Bapak Suyono, yang menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya dimiliki oleh laki-laki. Menurutnya, perempuan juga memiliki kemampuan, keberanian, dan potensi yang sama untuk menjadi pemimpin di lingkungan masyarakat maupun organisasi.
Baca Juga: Booth Karesidenan Semarang Menampilkan Angkringan Modern dan Inovasi Kuliner di Event Komukino USM
“Bukan hanya laki-laki yang bisa menjadi pemimpin. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memimpin selama memiliki tanggung jawab serta kemauan untuk belajar,” ujar Suyono dalam sambutannya.
Baca Juga: Kalahkan USM Semarang di Final, UKSW Salatiga Juara Campus League Region Yogyakarta
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Ketua Karang Taruna RW 03 Lamper Lor, Septiyana, yang mengapresiasi kegiatan edukatif tersebut karena mampu membuka wawasan pemuda mengenai pentingnya membangun organisasi yang inklusif dan setara gender.
Ketua pelaksana kegiatan, Latief Bryan, mengatakan bahwa kampanye “Next Gen Leader” hadir untuk mengubah stigma yang masih berkembang di masyarakat terkait pembagian peran gender dalam organisasi.
“Kami ingin mengajak generasi muda memahami bahwa kepemimpinan bukan ditentukan oleh gender, melainkan kemampuan, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.
Materi pertama disampaikan oleh Mitha Lestari dengan tema membangun branding diri sebagai pemimpin muda. Dalam pemaparannya, Mitha menjelaskan bahwa stereotip seperti “ketua harus laki-laki” dan “sekretaris atau bendahara harus perempuan” masih sering ditemui dalam organisasi masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi yang inklusif melalui peningkatan kesadaran, kepercayaan diri, transparansi jabatan, serta keberanian membangun citra diri sebagai pemimpin muda yang kompeten.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Rifan Adi mengenai komunikasi gender dalam kepemimpinan anak muda. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan, memotivasi, dan memengaruhi orang lain demi mencapai tujuan bersama. Rifan juga mengajak peserta untuk memiliki karakter kepemimpinan seperti percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, peduli terhadap sesama, dan memiliki integritas tanpa memandang gender.
Selain itu, peserta juga diajak memahami tantangan kepemimpinan generasi muda di era digital, mulai dari pengaruh media sosial, kurangnya rasa percaya diri, mental instan, hingga menurunnya kemampuan komunikasi langsung.
Salah satu peserta kegiatan, Citra, menyampaikan bahwa kampanye minoritas gender seperti “Next Gen Leader” dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu membantu masyarakat mengurangi stereotip gender yang masih berkembang serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sosial maupun organisasi.
Baca Juga: Kenalkan Budaya Nusantara pada Gen Z, Mahasiswa Ilkom USM Gelar 10" Festival Komukino
“Melalui kampanye seperti ini, masyarakat jadi lebih memahami bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menjadi pemimpin. Edukasi seperti ini penting untuk mengurangi stereotip gender yang masih ada di lingkungan sekitar,” ujar Citra.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang bersama Karang Taruna RW 03 Lamper Lor berharap generasi muda mampu membangun pola pikir yang lebih terbuka terhadap kesetaraan gender serta menciptakan lingkungan organisasi yang inklusif, progresif, dan mendukung lahirnya pemimpin muda masa depan.
Editor : Baskoro Septiadi