Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

97 Siswa SDIT Bina Amal Ikuti Khotmil Qur'an dan Imtihan, Uji Kemampuan Baca Al-Qur’an di Hadapan Publik

Ida Fadilah • Senin, 25 Mei 2026 | 09:31 WIB

 

Siswa SD IT Bina Amal di uji publik kemampuan baca Al-Qur
Siswa SD IT Bina Amal di uji publik kemampuan baca Al-Qur'an saat Khotmil Qur'an di Balaikota Semarang, Minggu (24/5/2026).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - SD Islam Terpadu Bina Amal menggelar kegiatan Khotmil Quran dan Imtihan ke-19 tahun ajaran 2025/2026 sebagai ajang uji kompetensi membaca Al-Qur’an bagi para siswa. Sebanyak 97 siswa dari berbagai jenjang kelas mengikuti kegiatan yang berlangsung dengan konsep uji publik bertempat di Balaikota Semarang.

 
Kepala SDIT Bina Amal Maratul Qiptiyah menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an menggunakan metode Qiraati di hadapan para tamu undangan dan wali murid.
 
“Anak-anak diuji langsung di atas panggung terkait penguasaan membaca Al-Qur’an dengan metode Qiraati. Semua hadirin dan undangan juga bisa memberikan pertanyaan secara langsung,” ujarnya di Balaikota Semarang, Minggu (24/5/2026).
 
Ia menjelaskan, peserta Khatmil Quran dan Imtihan berasal dari siswa kelas 2hingga kelas 5. Tidak mudah, untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut, siswa harus menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran jilid Qiraati mulai jilid 1 hingga Al-Qur’an, termasuk materi gharib dan tajwid.
 
Selain itu, siswa juga harus melewati serangkaian ujian berjenjang. Meliputi, ujian internal sekolah, ujian lembaga, hingga evaluasi tingkat Kota Semarang yang melibatkan tim penguji khusus.
 
“Tahapan akhirnya ada evaluasi belajar tahap akhir Al-Qur’an tingkat Kota Semarang yang diuji langsung oleh tim penguji kota,” katanya.
 
Dalam ujian tersebut terdapat delapan mata uji. Yakni fashohah, tartil, qiraati, gharib, tajwid, hafalan surat pendek, praktik wudu, salat, hingga doa-doa harian. Meski kegiatan ini menjadi program wajib sekolah, pihaknya tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing siswa.
 
“Kalau ada anak yang memang kondisinya belum memungkinkan mengikuti tahap akhir, tentu kami melihat situasinya. Yang terpenting anak tetap semangat belajar Al-Qur’an,” tambahnya.
 
Pihaknya berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. Tidak hanya dalam membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Kami ingin setelah khatmil Quran ini anak-anak tidak berhenti berinteraksi dengan Al-Qur’an, tetapi justru semakin semangat membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkannya,” ujarnya.
 
Sementara itu, Pengawas Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kota Semarang, HM Faojin, menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata peningkatan literasi Al-Qur’an di tengah tantangan penggunaan gawai pada anak-anak.
 
“Ini menjadi alternatif positif di tengah penggunaan HP pada anak-anak. Dengan mereka belajar dan membaca Al-Qur’an, pemanfaatan gadget yang kurang bermanfaat bisa bergeser menjadi lebih positif,” katanya.
 
Menurutnya, peran guru dan orang tua sangat penting dalam mendampingi anak agar penggunaan telepon genggam tidak mengganggu proses belajar dan menghafal Al-Qur’an.
 
“Harus ada komitmen bersama antara orang tua dan anak supaya HP tidak menjadi penghambat dalam membaca maupun menghafal Al-Qur’an,” tegasnya.
 
Salah seorang siswa kelas 5, Hammam mendapat juara Tartil membaca Al-Qur'an. Ia mengikuti kegiatan tersebut mengaku rutin membaca Al-Qur’an baik di rumah maupun di sekolah dengan pendampingan orang tua dan guru. 
 
"Tidak banyak kesulitan karena rutin belajar membaca Al-Qur'an," tuturnya.
 
Ia berharap bisa terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan bercita-cita melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren saat memasuki jenjang SMP. (ifa)
 
 


Editor : Baskoro Septiadi
#Bina Amal Semarang