RADARSEMARANG.ID, Semarang- Pembelajaran statistika di sekolah didorong semakin inovatif dan mudah dipahami. Salah satunya melalui pendekatan visualisasi data berbasis literasi yang dikenalkan Tim Departemen Statistika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro di SMA Hidayatullah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung pada 20 April 2026 lalu.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Undip Dr. Budi Warsito memimpin langsung kegiatan. Ia juga berperan menjadi narasumber utama.
Dr. Budi menjelaskan program tersebut turut melibatkan guru matematika SMA Hidayatullah Semarang, Dwi Saputro, sebagai mitra pelaksana di sekolah.
Selain itu, pengabdian masyarakat ini juga melibatkan beberapa mahasiswa Program Studi Statistika sebagai asisten.
Menurutnya, kegiatan ini dilatarbelakangi akan pentingnya peningkatan literasi data di kalangan siswa. Terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital. Statistika dinilai tidak cukup diajarkan secara teoritis, tetapi perlu pendekatan yang lebih kontekstual agar mudah dipahami.
"Visualisasi data dipilih sebagai media pembelajaran inovatif yang dapat membantu siswa memahami konsep statistika secara lebih efektif," kata Dr. Budi.
Dr. Budi dalam pemaparannya menekankan, visualisasi data ini tidak hanya berfungsi untuk memperindah tampilan data. Tetapi juga sebagai alat untuk menyederhanakan informasi kompleks menjadi lebih komunikatif.
"Melalui pendekatan berbasis literasi, siswa diajak untuk memahami proses pengolahan data secara menyeluruh, mulai dari membaca, menafsirkan, hingga menyajikan data dalam bentuk visual yang informatif," imbuhnya.
Dalam praktiknya, siswa dikenalkan berbagai bentuk visualisasi seperti diagram batang, diagram lingkaran, tabel, hingga grafik sederhana. Tim juga memanfaatkan platform Looker Studio dari Google untuk membuat laporan dan dashboard interaktif. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan mengaitkan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
"Cara ini terbukti membuat peserta lebih mudah memahami konsep statistika sekaligus meningkatkan keterlibatan selama pembelajaran," ungkapnya.
Tak hanya itu, siswa juga mendapat gambaran lebih luas tentang bidang keilmuan statistika. Mulai dari proses pengumpulan data, pengolahan, analisis, hingga interpretasi dalam berbagai konteks.
Tim pengabdian juga mengenalkan prospek karier lulusan statistika yang kian terbuka lebar. Seiring perkembangan teknologi, kebutuhan tenaga ahli di bidang data terus meningkat, mulai dari analis data, data scientist, peneliti, hingga konsultan di berbagai sektor.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kehadiran Dwi Saputro sebagai guru matematika menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami statistika secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Dr. Budi.
Secara keseluruhan, program pengabdian yang dilakukan tim Statistika FSM UNDIP ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Pendekatan visualisasi data berbasis literasi diharapkan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif sekaligus menumbuhkan minat siswa terhadap bidang statistika di masa depan. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi