Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Program SPRING Selaras dengan ILP, Ubah Wajah Posyandu di Desa Sumingkir Jadi Pusat Stimulasi Anak

Khafifah Arini Putri • Senin, 23 Februari 2026 | 16:24 WIB

Salah satu kader Posyandu Dahlia yang telah mendapatkan pelatihan Program SPRING sedang mengukur lingkar kepala pada balita.
Salah satu kader Posyandu Dahlia yang telah mendapatkan pelatihan Program SPRING sedang mengukur lingkar kepala pada balita.

RADARSEMARANG.ID, Tegal - Suasana Pos Kesehatan Desa (PKD) Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, kini tak lagi sepi. Begitu pula dengan pelayanan posyandu yang tampak lebih hidup. Sebab, ada penyuluhan tentang stimulasi pada anak.

Di desa ini, sedang berjalan Program SPRING (Early Stimulation in Primary Health Service Integration). Program inisiatif dari Tanoto Foundation yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tegal ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini, khususnya umur 0–6 tahun.

Program ini mendorong agar anak-anak mendapatkan stimulasi atau rangsangan perkembangan sejak awal kehidupan. Stimulasi tersebut bisa berupa aktivitas sederhana seperti bermain, berbicara, atau latihan gerak yang bermanfaat untuk perkembangan otak, bahasa, motorik, hingga kemampuan sosial anak.

Dalam praktiknya, Program SPRING ini selaras dengan integrasi layanan primer (ILP). Kegiatan stimulasi dilakukan di layanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat, seperti posyandu dan puskesmas pembantu (Pustu). Sehingga, orang tua bisa lebih mudah mengakses kegiatan ini saat membawa anak memeriksakan kesehatan.

Menariknya, tenaga kesehatan dan kader posyandu dilibatkan secara langsung. Mereka diberikan pelatihan agar mampu memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia anak. Programnya pun menjadi lebih tepat sasaran.

Di Desa Sumingkir, ada satu PKD dan empat posyandu yang menjadi sasaran. Saat Jawa Pos Radar Semarang berkunjung, sosialisasi Program SPRING untuk tumbuh kembang anak ini sedang berlangsung di Posyandu Dahlia. Tepatnya di meja kelima Posyandu, yakni meja penyuluhan.

Ketua Kader Posyandu Dahlia, Nur Hayatun, terlihat sedang sibuk melayani para orang tua yang datang untuk memeriksakan kesehatan anaknya. Tangan kirinya memegang salah satu balita, dan tangan kanannya sibuk menuangkan vitamin A ke mulut anak tersebut. Senyumnya sumringah sambil sesekali melontarkan candaan agar balita itu tak takut diberikan vitamin.

"Jadi Program SPRING ini selaras dengan ILP, karena di Posyandu biasanya ada pemantauan tumbuh kembang anak juga, seperti pengukuran tinggi bayi, penimbangan berat badan, pengukuran lingkar kepala, pemberian vitamin A, dan lain sebagainya," katanya.

Nur Hayatun juga menjadi salah satu kader yang mengikuti pelatihan Program SPRING. Ia mengaku penyuluhan rutin dilaksanakan ketika kegiatan posyandu berlangsung. Menurutnya, penyuluhan ini bisa mendeteksi dini jika ada keterlambatan perkembangan pada anak, baik motorik hingga sosial dan komunikasi.

"Sejak awal Januari, kita rutin ada penyuluhan tentang stimulasi anak, materinya kita dapat dari pelatihan Program SPRING," bebernya.

Sementara kader Posyandu Dahlia yang lain, yakni Muniroh, tampak sibuk memberikan penyuluhan di meja kelima Posyandu, yaitu meja penyuluhan, terkait stimulasi dini, SIPADI, dan pola pengasuhan anak. Ibu-ibu yang datang pun dengan saksama mendengarkan penjelasan dari Muniroh.

"Kalau ibu-ibu ingin anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan ceria, maka lakukan stimulasi perkembangan melalui 6 langkah SIPADI," katanya.

Ia pun menjelaskan SIPADI ini terdiri dari enam pengasuhan yang baik untuk anak. Pertama, "Sayangi Anak" dengan pelukan, mendengarkan anak berbicara, ibu harus berkata lembut, dan memberikan perhatian setiap saat. Kedua, "Interaksi Setiap Saat", melalui bicara, bermain, dan menanggapi anak dengan penuh kasih.

Ketiga, "Puji Setiap Usaha Anak", dengan memberikan pujian dan menyemangati setiap usaha yang dilakukan anak. Keempat, "Ajak Anak ke Pustu untuk stimulasi bersama", yakni dengan belajar sambil bermain, membuat anak tumbuh sehat, cerdas, dan ceria.

Kelima, "Dampingi Anak", yakni dengan menemani anak saat belajar hal baru, memberi dukungan, dan rasa aman. Keenam, "Ikuti Perkembangan Anak melalui Buku KIA", dengan memantau dan mencatat tumbuh kembang anak secara rutin.

Salah satu orang tua, Karyati, mengaku terbantu dengan adanya penyuluhan ini. Ia pun mendapat banyak ilmu tentang stimulasi pada anak. Penerapannya ia lakukan pada anak keduanya yang berusia 11 bulan. Kini putrinya sudah mulai bisa diajak berbicara dan berkomunikasi.

"Banyak dapat pelajaran tentang stimulasi anak, sekarang sudah bisa diajak komunikasi sedikit-sedikit, bicaranya sudah mulai banyak," ungkapnya.

Ibu berusia 28 tahun ini pun mengaku ada perbedaan tumbuh kembang anak pertama dan keduanya. Anak pertamanya lebih pendiam, sedangkan anak keduanya lebih aktif.

"Karena saya sudah mendapat penyuluhan dari Program SPRING dan saya benar-benar terapkan, jadi anak kedua ini lebih aktif, dan tidak takut kalau ketemu orang," tandasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Posyandu #perkembangan otak #tumbuh kembang anak #stimulasi anak #Usia Dini #orang tua #Kabupaten Tegal #pos kesehatan desa #stimulasi #tanoto foundation