Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Upgris Terjunkan 587 Mahasiswa KKN, Bantu Mitigasi Bencana di Wilayah Jateng

Khafifah Arini Putri • Selasa, 23 Desember 2025 | 02:01 WIB
Penyegaran Dosen Pembimbing Lapangan dan FGD Mitigasi Bencana Berbasis Partisipasi Masyaramat dalam Kuliah Kerja Nyata di Upgris.
Penyegaran Dosen Pembimbing Lapangan dan FGD Mitigasi Bencana Berbasis Partisipasi Masyaramat dalam Kuliah Kerja Nyata di Upgris.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas PGRI Semarang (Upgris) melibatkan 587 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu pemetaan dan mitigasi daerah rawan bencana di Jawa Tengah (Jateng). Program ini dilakukan melalui pendekatan partisipasi masyarakat dan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Langkah ini merupakan upaya Upgris dalam merespon situasi di Jateng. Dimana saat ini musim hujan yang melanda Jawa Tengah meningkatkan risiko bencana alam di berbagai daerah.

Misalnya dalam beberapa waktu terakhir, tanah longsor terjadi di Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara, sementara banjir bandang menerjang kawasan Guci, Kabupaten Tegal Sabtu (20/12) kemarin. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN Upgris, Arisul Ulumuddin, menyampaikan kegiatan KKN kali ini secara khusus menitikberatkan pada mitigasi bencana.

Mereka dijadwalkan terjun ke lapangan pada 13 Januari - 3 Maret 2026, bertepatan dengan puncak musim hujan yang rawan banjir dan longsor. Mahasiswa pun diberi bekal tentang mitigasi kebencanaan dari BPBD Kota Semarang. Sehingga ketika terjun langsung ke lapangan mereka sudah memiliki ilmu yang kompeten.

“Acaranya adalah mitigasi bencana berbasis partisipasi masyarakat melalui kegiatan KKN,” kata Arisul.

Nantinya sebanyak 587 mahasiswa ini akan melaksanakan KKN di lima kabupaten/kota di Jateng. Diantaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Demak.

"Akhir-akhir ini bencana ada di mana-mana dan ini merupakan kepedulian kami memberikan bekal bagi mahasiswa agar mereka lebih punya rasa empati paling tidak ada hal yang bisa diedukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya menekankan salah satu program yang dijalankan adalah edukasi penyelamatan dokumen penting milik warga. Mahasiswa akan mengajak masyarakat menyimpan dokumen penting dalam bentuk digital untuk mengurangi risiko kehilangan saat bencana terjadi.

“Misalnya banyak masyarakat mempunyai dokumen, surat-surat penting seperti sertifikat, ijazah, akta kelahiran, kartu nikah dan sebagainya. Paling tidak (mahasiswa) misalnya mengajari untuk mendigitalkan (dokumen penting tersebut),” katanya.

Selain itu, mahasiswa juga akan memetakan tingkat kerawanan bencana di wilayah KKN, seperti daerah rawan longsor dan banjir. Dari pemetaan tersebut, mahasiswa bersama warga akan merancang langkah penanganan sederhana, termasuk penentuan jalur evakuasi.

"Sebagai contoh misalnya di Ungaran Timur ada daerah yang tinggi, mungkin kalau itu tidak aman bisa juga longsor. Nah, penanganannya bagaimana, termasuk nanti mereka akan mungkin membuat semampunya jalur-jalur evakuasi," tegasnya.

Jalur evakuasi diarahkan menuju lokasi aman seperti masjid, balai desa, balai RT, atau fasilitas umum lainnya. Jika di wilayah KKN belum terbentuk, mahasiswa juga akan mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana atau Kelurahan Tangguh Bencana.

Kendati demikian pihaknya juga menegaskan pentingnya keselamatan mahasiswa selama KKN. Terutama di tengah cuaca ekstrem.

“Kami memberi pesan, mahasiswa itu dilarang menyelenggarakan kegiatan di luar kegiatan-kegiatan yang direncanakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (kap/web)

Editor : Baskoro Septiadi
#rawan bencana #risiko bencana #Kuliah Kerja Nyata (KKN) #Badan Penanggulangan Bencana Daerah #mitigasi bencana #JAWA TENGAH #Universitas PGRI Semarang