RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suasana pagi hari di halaman SD Negeri Gemah nampak ramai. Para siswa sedang belajar di luar kelas, ada pula yang sedang mengikuti pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Sedangkan di ruang kelas, siswa aktif mengikuti pembelajaran dengan guru ajar mereka.
Sementara di ruang kepala sekolah ada siswa yang sedang praktik. Menariknya mereka sedang belajar dengan media sebuah akuarium. Bukan seperti akuarium biasa yang berisikan ikan. Akuarium yang terbuat dari galon bekas itu berisi rangkaian kartu ilmu dan barcode materi.
Di depan akuarium unik itu, Kepala SD Negeri Gemah, Joko Susanto S.Pd., M.Pd, sedang membimbing siswa.
“Coba discan barcode-nya, nanti aja berisi materi dan soal evaluasi," ujar Joko sambil tersenyum.
Anak-anak pun antusias mengarahkan kamera ponsel sederhana mereka. Begitu barcode terbaca, materi pelajaran muncul di layar, ada yang berisi rangkaian materi hingga latihan interaktif.
Inilah Media Aqil (Aquarium Ilmu), inovasi yang mengantarkan Joko meraih Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi jenjang SD Kota Semarang Tahun 2025. Penghargaan itu ia dapatkan tepat pada Hari Guru Nasional yang langsung diberikan pada Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Selasa (25/11) kemarin.
Joko, sapaan akrabnya mengaku lomba Kepala Sekolah Berprestasi itu tidak dinilai dari satu inovasi saja. Melainkan dari banyak penilaian yang kompleks, bahkan sejak tiga tahun terakhir.
Pelatihan saat menjadi fasilitator daerah Program PINTAR Tanoto Foundation, ia jadikan bekal untuk terus berinovasi dengan perkembangan zaman. Termasuk dalam mengembangkan Media Aqil.
"Penilaiannya mencakup komponen kualifikasi akademik, pelatihan, pengalaman mengajar, prestasi akademik, karya ilmiah, hingga pembimbingan guru. Dan semuanya dihitung dari tiga tahun terakhir," kata Joko.
Sejak 1 Juli 2022 hingga 30 Juni 2025, Joko aktif mengikuti puluhan diklat, workshop, lokakarya, serta menerbitkan puluhan karya akademik. Ia membimbing guru-guru hingga meraih prestasi di tingkat kota dan provinsi.
Selain itu Joko juga mendampingi ratusan siswa menjuarai kompetisi, hingga mengembangkan beragam karya tulis, modul ajar, dan penelitian.
Prestasinya pun beragam, Joko adalah Guru Teladan Nasional tahun 2019, finalis berbagai lomba ilmiah, pembimbing guru PPG, hingga narasumber nasional. Ia juga pengurus APPPI (Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidkan Indonesia), fasilitator pembelajaran digital, dan tim pengembang kurikulum Kota Semarang.
Saat dimpimpinnya, prestasi SD Negeri Gemah bahkan ke tingkat Nasional. Joko membawa sekolahnya meraih predikat Sekolah Sehat tingkat nasional 2025. Namun satu hal yang paling menonjol dan menjadi best practice lomba adalah Media Aqil.
Inspirasi Media Aqil datang dari hal sederhana, saat anak-anak kelas 1 dan 2 hampir tiap hari mampir ke ruang kepala sekolah. Mereka hanya ingin melihat ikan di akuarium kecil yang ada di pojok ruangan.
Dari kegemaran anak-anak itu, Joko melihat potensi, untuk menjadikan akuarium sebagai media belajar yang memadukan dunia nyata dan digital.
"Anak-anak suka sekali lihat ikan. Kadang saking senangnya, ikannya jadi sering dimainkan sampai mati. Kenapa nggak saya bikin media belajar saja, anak-anak pasti antusias," kenang Joko.
Pengalamannya mengikuti berbagai pelatihan saat menjadi fasilitator daerah Porgram PINTAR Tanoto Foundation memberinya banyak inspirasi untuk mengembangkan program-program sekolah, termasuk Media Aqil.
“Ini adalah upaya untuk membuat belajar menjadi petualangan, bukan kewajiban,” ujarnya.
Ia pun mulai merancang sebuah media pembelajaran dari galon bekas, pralon, papan kayu, dan sedikit bahan tambahan lain. Hasilnya adalah Media Aqil, akuarium yang berisi unsur ekosistem kecil di bagian bawah. Sementara bagian atasnya dipenuhi kartu ilmu dari materi pembelajaran kelas 1 hingga kelas 6.
"Setiap kartu berisi materi inti, dilengkapi barcode yang berisi video, LKPD digital, kuis Google Form, hingga pembelajaran berbasis aplikasi seperti Eduplay dan Wayground. Saya ingin anak-anak mendapat pengalaman belajar yang nyata. Tidak hanya melihat PowerPoint," ungkapnya.
Antusiasme siswa menjadi bukti kesuksesan Media Aqil yang telah diterapkan sejak awal Januari 2025. Hasilnya, tidak hanya terlihat di sorot mata siswa, tetapi juga dalam data nyata. Buktinya dengan penerapan Media Aqil sebagai pembelajaran, rapor pendidikan dimensi kualitas pembelajaran SD Negeri Gemah mengalami peningkatan sebesar 5,59 persen pada 2025.
"Dari penggunaan Media Aqil di SDN Gemah rapor pendidikan dimensi kualitas pembelajaran meningkat 5,59 persen. Begitu pula dengan capaian literasi dan numerasi juga meningkat," bebernya.
Capaian yang paling menggembirakan adalah pada kemampuan literasi yang menembus angka sempurna, 100 persen pada 2025. Angka ini naik 3,33 persen dari tahun sebelumnya.
Sedangkan capaian kemampuan numerasi melesat tinggi, dari 73,33 persen pada 2024, meningkat tajam 20 persen, menjadi 93,33 pada 2025.
Di balik segudang prestasi dan inovasinya, Joko Susanto tetap rendah hati. Pesannya kepada sesama para guru pun lugas.
“Teruslah berinovasi. Kembangkan media atau alat peraga apa pun yang bisa membuat pembelajaran lebih bermakna. Untuk kepala sekolah, kembangkan budaya positif dan dukung guru-guru untuk berinovasi," ungkapnya.
Kedepan Joko masih punya target yang ingin dicapai. Yakni terus mendongkrak kualitas pendidikan di sekolahnya.
“Sebagai kepala sekolah ke depan pasti punya target yang mau dicapai. Satu, untuk sekolah rapor pendidikannya lebih meningkat lagi, busaya positif lebih berkembang lagi, kualitas guru meningkat dan lebih inovatif, prestasi sekolah, prestasi siswa juga meningkat lagi," tandasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi