RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga RW 05 Kelurahan Gedawang, Banyumanik, mendapat ilmu baru soal cara mengelola sampah berbahaya dan beracun. Tim dari Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) datang langsung memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Minggu (26/10) lalu.
Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Edukasi Pengelolaan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) bagi Warga RW 05 Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Semarang" ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya, membantu warga memahami cara memilah, menyimpan, dan membuang sampah B3 rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan.
Sampah B3 rumah tangga meliputi baterai bekas, lampu neon, kemasan pestisida, obat kadaluarsa, hingga cairan pembersih yang sudah tidak terpakai. Banyak warga sebelumnya belum tahu jika benda-benda itu termasuk sampah berbahaya dan tidak boleh dibuang sembarangan.
Lurah Gedawang, Sri Suwanti, menyampaikan terima kasih atas kegiatan tersebut. Menurutnya edukasi ini penting untuk diketahui masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada UNDIP. Warga kami selama ini belum banyak tahu bagaimana cara membuang sampah seperti baterai dan obat-obatan bekas. Edukasi ini membuka wawasan baru dan membantu kami menjaga lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung di Sekretariat Sempulur Asri dan dihadiri puluhan warga, pengurus Bank Sampah Sempulur Asri, serta perangkat kelurahan. Acara diisi dengan penyuluhan, tanya jawab, hingga praktik langsung memilah sampah B3.
Ketua Program Doktor Ilmu Lingkungan UNDIP, Dr. Budi Warsito, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami tidak hanya meneliti atau mengajar di kampus. Tapi juga harus hadir di tengah masyarakat. Ilmu yang kami kembangkan di kampus harus memberi manfaat langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah B3 sangat penting. Sebab jika dibuang sembarangan bisa mencemari tanah, air, bahkan membahayakan kesehatan.
Pengelolaan Sampah B3, Harapan untuk Lingkungan yang Lebih Sehat
Sementara Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ling. Sri Sumiyati, menjelaskan kegiatan ini dirancang agar warga langsung bisa praktik di rumah.
“Kami buat sesederhana mungkin. Warga kami ajak memilah dan menyiapkan tempat khusus untuk sampah B3 sebelum diserahkan ke bank sampah,” terangnya.
Pihaknya berharap edukasi ini menjadi awal perubahan kebiasaan warga dalam mengelola sampah rumah tangga. Sehingga ke depan pemilahan sampah lebih terorganisir.
"Kalau setiap rumah tangga peduli, lingkungan Gedawang akan jauh lebih bersih dan sehat,” tambahnya.
Warga RW 05 pun tampak antusias. Banyak yang baru sadar bahwa baterai dan obat kadaluarsa tidak boleh dibuang bersama sampah biasa. Mereka berencana bekerja sama dengan Bank Sampah Sempulur Asri untuk mengelola sampah B3 secara kolektif.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. UNDIP berharap, langkah kecil di Gedawang bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mewujudkan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan. (kap/web)
Editor : Baskoro Septiadi